SiantarSebagian program yang dituangkan dalam visi misi  pasangan calon walikota-wakil walikota Siantar Teddy Robinson Siahaan- Zainal Purba dinilai hanya omong doang (Omdo). Soalnya, program itu sulit  dilaksanakan karena dilarang aturan.

Sekretaris Masyarakat Transfaransi Keadilan (Matrik) Kota Siantar J Sitorus, ditemui, Minggu (29/11/2015) mengatakan, visi misi TRS- Zainal  yang dituangkan dalam program Pancakarsa sangat menarik perhatian warga. Soalnya, sejumlah program yang ditawarkan pasangan itu sangat menguntungkan bagi masyarakat.

Salah satu yang menarik, kata J Sitorus adalah niat pasangan itu untuk menurunkan tarif air minum yang saat ini menceki leher, dan program penyediaan lapangan pekerjaan dengan mendirikan 8 pabrik garmen.

“Kalau untuk menurunkan tarif air minum, program TRS- Zainal sangat masuk akal untuk diwujudkan. Sebab, TRS sudah menjelaskannya secara rinci,”kata J Sitorus.

Hanya saja, TRS-Zainal, kata Sitorus, harus menjelaskan bagaimana caranya mendirikan 8 pabrik garmen di Kota Siantar. Sebab, sejauh ini, lahan dan sarana pendukung pendirian pabrik garmen itu  tidak tersedia di Siantar.

“Ini perlu dijelaskan lagi. Kalau memang mau tidak disebut omong doang. Sebab, banyak warga yang meragukan program itu dan menyatakan program itu hanya program muluk-muluk yang tak masuk akal,”tambahnya.

Untuk program pendirian universitas negeri, TRS- Zainal juga harus menjelaskan caranya. Sebagaimana diketahui, saat ini kementerian telah memberlakukan moratorium pendirian universitas baru.

“Kementerian Pendidikan dan kebudayaan telah mengeluarkan surat no 1061/E/T/2012 yanggal 9 Agustus 2012 yang isinya menyatakan penghentian sementara atau moratorium pendirian dan perubahan bentuk perguruan tinggi, serta pembukaan program studi baru. Jadi macam mana TRS mau mendirikan universitas negeri. Apakah dia mampu menghapuskan moratorium itu,”tambahnya.

TRS kata J Sitorus harus segera merevisi program ini. Sebab, bila terus dilanjutkan, maka hal itu bisa menjadi bumerang bagi TRS-Zainal. Sebab, mereka sudah menandatangi kontrak politik dengan rakyat. Kalau nantinya pendirian universitas negeri ini ternyata tak bisa diwujudkan, maka rakyat bisa marah,”tandasnya.

 

Editor : Hendri Siadari

Comments are closed.