SIANTAR-Lagi-lagi massa relawan pendukung Surfenov-Parlin berkisar ratusan orang yang didominasi kaum perempuan ini datangi Kantor KPU Siantar untuk menyampaikan aspirasinya terhadap KPU Siantar yang dianggap telah melanggar peraturan dalam pencoretan surfenov-Parlin Rabu (2/12).
Ratusan  ibu-ibu yang didampingi Ustad Hasan Badri Siregar yang mendoakan seluruh Komisioner KPU Siantar agar dikasihani Allah, dan bahkan Ustad mendoakan agar nyawa KPU Siantar dicabut oleh sang pencipta.
Tidak mendapat tanggapan KPU Siantar Massa bergerak menuju Kantor DPRD Siantar, setibanya dikantor DPRD Siantar para Massa mencari anggota DPRD akan tetapi saat dikatakan pihak Keamanan bahwa semua Anggota DPRD sedang melakukan Kunker ke Semarang. seluruh massa tidak percaya dengan pernyataan tersebutdan bahkan ada yang mengatakan kalau anggota dewan telah Bersembunyi.
Tak lama kemudian Ketua DPRD Siantar Eliakim Simanjuntak datang dan sontak mendapat sorakan massa yang mengatas namakan tim salam 5 jari mengatakan kalau DPRD penipu. Setelah Eliakim Simanjuntak menerima Massa baru perwakilan massa menyamnpaikan kedatangannya kekantor DPRD untuk meminta DPRD memanggil KPU Siantar agar bertemu dengan Relawan Surfenov-Parlin.
Eliakim menjawab, memang benar sebahagian anggota DPRD melakukan kunker ke Semarang dan yang tinggal hanya Dirinya dan Wakil Ketua Timbul M Lingga untuk menjaga kantor DPRD karena situasi tahun pilkada. Dan untuk permintan Massa Ketua DPRD akan memanggil KPU Siantar untuk bertemu dengan massa  survenof parlin dan DPRD sebagai fasilitas pertemuan.
Saat Ketua DPRD menghubungi KPU Siantar. Ustad Hasan membatalkan pertemuan dengan KPU Siantar dengan mengatakan kalau relawan tidak ada gunanya bertemu dengan KPU Siantar, buat apa KPU bertemu di DPRD seharusnya KPU menerima massa dikantor KPU, dan sebagai pemimpin aksi Hasan bersama ustad lainnya, setelah koordinasi memutuskan agar massa kembali ke Center atau posko pemenangan Surfenov- Parlin.

Bahkan Ustad Hasan mengatakan kepada Massanya tidak ada gunanya melakukan pertemuan dengan KPU Siantar dan itu juga bukan level dari massa, dan yang menjadi level dari Relawan adalah Bawaslu Wilayah dan KPU Provinsi bahkan KPU RI. Dan tetap akan melakukan aksi dengan massa yang lebih banyak lagi.
Ratusan massa melangkahkan kakinya meninggalkan kantor DPRD tanpa mendengar putusan DPRD untuk mempertemukan relawan dengan KPU Siantar.
Sore harinya lagi massa pendukung Surfenov-Parlin melakukan aksi didepan kantor KPU Siantar dengan meminta pertanggungjawaban KPU Siantar atas pencoretan Surfenov –Parlin sebagai calon Walikota.(rs)
Editor :Hendri Siadari

 

Comments are closed.