KABANJAHE– Musrenbang (Musyawarah rencana pembangungan) kecamatan dilaksanakan untuk menampung aspirasi masyarakat secara langsung dari masyarakat. Pelaksanaan Musrenbang bertujuan demi terciptanya pembangunan di wilayah kecamatan hingga ke desa desa dan lingkungan melalui perangkatnya. Juga merupakan implementasi dari UU No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
Demikian dikatakan camat Kabanjahe, Gelora Fajar Purba saat pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Kabanjahe di Aula kantor camat Kabanjahe Selasa (23 Februari 2016).

Hadir dalam musrembang tersebut Camat Kabanjahe Gelora Fajar Purba, anggota DPRD Mansur Ginting, Kasat Binmas, Danramil Mayor Muctar, mewakili Bappeda, SKPD terkait, LPM, PKK, tokoh tokoh serta Lurah dan kepala desa serta perangkat se kecamatan Kabanjahe.
Musrembang ini diharapkan mampu menjadikan perkembangan yang signifikan dalam kemajuan ke depan sehingga masyarakat makmur serta sekaligus ikut membangun kabupaten Karo pada umumnya.
“Segala usulan bisa saja diusulkan, tetapi mengingat anggaran yang terbatas, mari kita utamakan yang lebih prioritas, yang lebih dipentingkan warga Kabanjahe,” kata camat.

Diharapkan seluruh perangkat desa dan kelurahan mengerahkan segala kemampuan, pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki serta bercermin dari kemampuan diimplementasikan untuk pelayanan masyarakat. Ikut memberikan kata sambutan Kasat Binmas Polres Karo, kata sambutan bupati yang dibacakan Abel Tarigan sekretaris Bappeda yang sekaligus moderator musyawarah.

Pantauan Info Rajawali.com, setelah kata sambutan dan pembukaan musyawarah, dilakukan tanya jawab serta musyawarah, diskusi dan usulan usulan dari 8 desa dan 5 kelurahan se kecamatan Kabanjahe.
Topik pemberantasan penyakit masyarakat, judi dan narkoba, kesemrawutan kota Kabanjahe, pemindahan Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang berada di Jalan Abdul Kadir, batas desa dan kelurahan yang belum jelas, lampu jalan, sumur bor, kemacetan dan juga kantor camat yang belum berdiri sendiri menjadi perbincangan dalam musyawarah tersebut.
“Kepada anggota DPRD dan instansi terkait, tolong diperjuangkan pembangunan kantor camat sehingga berdiri sendiri, sekarang ini kantor camat masih digabung dengan 4 kantor SKPD, itu harapan kami,” katanya.

Selain itu, pengadaan dan pembangunan taman kota serta gedung olahraga (GOR) sangat perlu diperhatikan pemerintah daerah, sebab sudah menjadi kebutuhan masyarakat. “Kota Kabanjahe bagaikan kota mati, generasi muda kita tidak ada tempatnya bermain, berkomunitas, sehingga rentan ke pergaulan bebas dan narkoba, ini sudah jadi kebutuhan kita,” katannya lagi.(Johni Sembiring)

Comments are closed.