TANAH KARO Kecamatan Juhar salah satu dari 17 kecamatan di Kabupaten Karo merupakan daerah penghasil tanaman pangan yang dapat dibanggakan. Juga menjadi salah satu kecamatan untuk percontohan penangkaran benih di Kabupaten Karo.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Pemprovsu, Ir. John Albertson Sinaga melakukan panen perdana benih varietas Mekongga hasil penangkaran Kelompok Tani Kebayaken Desa Sigenderang Kecamatan Juhar, Selasa (23/2).

Panen perdana padi yang merupakan sumber benih (percontohan) ditanam diatas lahan seluas 10 hektar. Program penangkaran padi yang digalakkan Pemrovsu melalui pemkab Karo membuahkan hasil yangt bcukup membanggakan. Lokasi penangkaran padi ini juga terdapat di Desa Juhar Tarigan dikelola oleh Kelompok Tani Simberso.

Hal ini disampaikan Plt Kadis Pertanian dan Perkebunan Karo, Munarta Ginting, SP disela-sela melakukan panen perdana yang didampingi Camat Juhar Leonardo Surbakti, Danramil Juhar dan Kabid Produksi serta Poktan Kebayaken.

“Program penangkaran benih bertujuan agar benih-benih yang ada di Karo memiliki label, siap tanam dan mempunyai kualitas yang bagus. Diharapkan agar panen perdana padi benih bervarietas Mekongga ini dapat dijadikan benih seratus persen. Agar dimusim tanam nanti, petani tidak kesulitan lagi mendapatkan benih,”ujar Ginting.

Dikatakannya, hasil panen dari lahan percontohan seluas 10 hektar menghasilkan benih padi 6,4 ton per hektarnya atau sekitar 64 ton. “Kalau kita mau melakukan semua proses bertani dengan benar dan baik pasti hasilnya bagus”,ungkapnya.

Karena selain meningkatkan hasil panen, penangkaran benih padi varietas Mekongga ini juga mampu menambah penghasilan para petani. Dengan biaya produksi rendah dapat menghasilkan produksi yang lebih besar serta harga jual yang lebih menguntungkan. Maka dari itu petani bersama kelompok taninya diharapkan dapat mengikuti petunjuk tekhnis pertanian.

Dengan berjalannya program penangkaran benih pemerintah bersama kelompok tani akan menghasilkan benih-benih padi berlabel yang berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan petani lokal maupun daerah tetangga.

Sementara Kabid Tanaman Pangan Distan Pemrovsu, Albertson Sinaga mengatakan benih padi Mekongga merupakan Varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama wereng coklat biotipe 2 dan 3 serta tahan terhadap penyakit bakteri daun atau yang dikenal dengan nama strain IV.

“Mekongga” merupakan persilangan antara padi jenis Galur A2970 yang berasal dari Arkansas Amerika Serikat dengan varietas yang sangat populer di Indonesia yaitu IR 64. Umur tanam Mekongga cukup singkat yaitu hanya 116 hingga 125 hari.

Secara fisik, bentuk tanamannya tegak dengan tinggi tanaman berkisar antara 91 sampai 106 cm. Anakan produktif 13-16 batang. Bentuk gabahnya sendiri ramping panjang dengan tekstur rasa beras yang pulen karena kadar amilosanya mencapai 23 persen. Bobot 1000 butir gabah Mekongga yaitu 28 gram,sehingga kurang lebih potensi hasil varietas ini mencapai 8,4 ton per hektar dengan budidaya yang tepat tentunya.

“Varietas ini memiliki resistensi yang cukup baik terhadap serangan hama & penyakit seperti serangan wereng coklat biotipe 2 & 3 dan penyakit bakteri daun. Sehingga diharapkan petani tidak lagi harus dipusingkan dengan serangan hama dan penyakit tersebut”,paparnya mengakhiri. (Johni Sembiring)

Comments are closed.