Jokowi Berharap Proyek Tol di Sumut Selesai Pertengahan 2017

FOTO: DOK.PU

MEDAN | COK
Presiden RI Joko Widodo menilai bahwa progres pembangunan ruas jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan Medan-Binjai Sumatera Utara (Sumut) sudah sangat baik. Presiden pun berharap ke dua ruas jalan tol tersebut selesai pada pertengahan 2017.

“Ini progresnya sudah sangat bagus dan kita harap selesai pada 2017,” kata Joko Widodo saat didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono seusai meninjau progres pembangunan ruas jalan tol Medan-Kualanamu di Medan, Rabu (2/3), seperti yang dikutip inforajawali.com dari situs Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Lebih lanjut, ia menerangkan, untuk tol Medan-Kualanamu ditargetkan selesai pada akhir 2016, sementara Medan-Binjai dan Kualanamu-Tebing Tinggi diharapkan selesai pada pertengahan 2017.

Joko Widodo pun menyakini bahwa kedua ruas tol tersebut yang menjadi bagian dari 25 ruas Jalan Tol di Pulau Sumatera yang akan dibangun sepanjang 2.819 kilometer, dapat menurunkan biaya transportasi yang akan berdampak pada turunnya biaya logistik.

Menurutnya, dengan turunnya biaya logistik maka daya saing Indonesia akan meningkat dan akan menjadi sama baiknya dengan negara lain.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Hediyanto W Husaini mengatakan presiden Joko Widodo senang dengan progres pembangunan ruas jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan Medan-Binjai. Karena ada pembagian seksi sehingga pengerjaannya pun lebih cepat dan fokus.

Pembangunan Jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dilakukan oleh Pemerintah melalui pendanaan APBN di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Usaha Jalan Tol yakni PT Jasa Marga Kualanamu Tol. Dukungan pemerintah diperlukan pada ruas-ruas tol yang semula tidak layak secara finansial menjadi layak untuk ditawarkan pengusahaannya kepada badan usaha.

Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi ini memiliki total panjang 61,70 kilometer. Seksi Tanjung Morawa (Medan)-Perbarakan-Kualanamu sepanjang 17,80 kilometer pembangunannya dilakukan oleh Pemerintah.

Sisanya, sepanjang 43,90 kilometer akan dibangun oleh PT Jasamarga Kualanamu Tol  yang dibagi dalam dua seksi yaitu Seksi I Perbarakan-Lubuk Pakam, dan Seksi II Lubuk Pakam-Tebing Tinggi. Sampai saat ini, progres kontruksinya telah mencapai enam persen dengan pembebasan tanah telah mencapai telah mencapai 85,98 persen.

Jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan jalur alternatif kendaraan dari Medan ke arah Timur menuju Tebing Tinggi dan terkoneksi dengan Jalan tol Belmera-Medan-Tanjung Morawa (Belmera).

PT Jasa Marga Kualanamu Tol ini merupakan konsorsium 4 badan usaha milik Negara (BUMN) yang terdiri atas PT Jasa Marga (55 persen), PT Pembangunan Perumahan (15 persen), PT. Waskita Karya (15 persen) dan PT. Waskita Toll Road (15 persen).

Sementara pembangunan jalan tol ruas Medan-Binjai dilakukan oleh PT Hutama Karya dengan panjang total mencapai 16,72 kilometer (main road) dengan biaya investasi hingga Rp 1,6 triliun. Masa konsesi pengusahaan jalan tol yang diberikan Pemerintah selama 40 tahun.

Saat ini progress konstruksi ruas tol Medan-Binjai telah mencapai 5,8 persen dengan progress pembebasan tanah mencapai 77,9 persen.

Pengerjaan konstruksi jalan tol ruas Medan-Binjai dibagi menjadi tiga seksi yakni seksi 1, Tanjung Mulia-Helvetia sepanjang 6,2 kilometer, rencananya akan dikerjakan mulai dari Oktober 2015 hingga Desember 2016. Lalu seksi 2 Helvetia-Semayang  sepanjang 6,1 kilometer rencananya akan mulai dikerjakan April 2016 hingga Juni 2016.

Seksi 3 Semayang-Binjai sepanjang 4,2 kilometer sudah mulai dikerjakan Maret 2015 ditargetkan selesai Maret 2016. Bila sudah beroperasi tarif tol yang akan dikenakan sebesar Rp 750/km untuk kendaraan golongan I.