Obok Obok Anu Balita, Kakek Miliki Kelainan Seksual Masuk Bui

Kakek TUA miliki Kelainan Seks

SIMALUNGUNAlasan sesak buang air kecil, disebutkan tetangganya Pria Tua Kelainan Seksual ini, AM Purba tondang (69) warga Simpang Naga Panei, Nagori Tongah Kecamatan Purba, sudah tergolong berprilaku yang sangat biadab bahkan kejadian yang sama terulang kembali. akhirnya pelaku ditangkap dari rumahnya, Rabu (3/2/2016) sekitar pukul 08.00 WIB.Ditangkapnya pelaku, karena sudah diduga telah melakukan tindakan asusila kepada anak balita, dan sudah dijebloskan kesel tahanan sementara di Sat Reskrim Polres Simalungun.

Informasi yang dihimpun kru, Rabu (3/2/2016) sekitar pukul 16.00 WIB, dari Unit PPA Polres Simalungun, Kejadiannya, kakek yang sudah ujur ini, cabuli balita berumur 4 tahun, sebut saja Bunga, disalah satu rumah makan milik pak Gilang, Minggu (28/2/2016) sekira pukul 13.00 WIB.

AM saat dikompirmasi dari balik jeruji , mengaku tidak melakukan hal yang dituduhkan kepadanya, dan merasa terkejut kepada pihak kepolisian Polres Simalungun yang mendatangi rumahnya dan membawanya ke Polres Simalungun.

Diceritakan AM, awal dirinya dituduhkan melalukan pencabulan, terjadi pada hari minggu. dirinya katanya datang kesalah satu rumah makan milik Pak Gilang, untuk makan siang, usai pulang gereja.

” Setelah memesan nasi dari tukang kedai, dan menyantap makanan tersedia. Usai menyantap makanan, tiba-tiba, saya sesak kencing dan langsung pergi arah dapur menuju kamar mandi. Setiba dikamar mandi, saya melihat anak kecil sedang mandi didalam ember,” kata AM

Lanjut AM, karena kesesakan buang air kecil, lalu dirinya ingin menerobos masuk kamar mandi. Saat itu, anak wanita kecil yang berumur 4 tahun melarang dirinya katanya untuk masuk.

” Jangan-jangan masuk ada yang mandi,” kata AM mengulang perkataan korban.

Karena tak tahan, kesesakan untuk buang air kecil, AM menerobos dan menepis tangan korban, lalu masuk kekamar mandi. Setelah usai buang air kecil dirinya langsung keluar dan menuju kedalam kedai.

” Saya tidak ada melakukan hal-hal yang tidak benar, kalau saya melakukan hal yang tidak benar saya siap dihukum dan dipenjara,” tegas AM

Tak ada maling yang mengaku ketika tertangkap, begitulah kakek yang sudah ujur ini. Tak mengaku sudah melakukan asusila kepada anak balita.

Sementara dari Pak Gilang, pemilik kedai nasi, yang ikut, ke unit PPA Polres Simalungun, yang ditemui kru. Membenarkan bahwa kakek tua bangka itu, sudah melalukan hal cabul kepada Emi.

Diakui Pak Gilang, dirinya tak mengetahui persis kejadian, tapi karena ada pengakuan dari orangtua korban yang tak lain yang membantu istrinya berjualan mengaku bahwa korban sudah melakukan pencabulan kepada korban.

Setelah mengetahui dari orangtua korban Mak Dita, Pak Gilang coba mempertanyakan kepada pelaku. Ternyata kakek tua itu, mengakui dan katanya memengang perut dan anunya korban.Karena rembuk keluarga Mak Dita, kata Pak Gilang, korban bersama orangtua korban membuat laporan pengaduan kepada unit PPA Polres Simalungun.

Ternyata pelaku AM, bukan hanya sekali ini saja berbuat abnormal kepada para wanita dibawah usia. Melainkan pelaku sudah pernah melakukan pencabulan kepada anak tetangganya sebut saja Ayu br Purba, yang usiannya masih 4 tahun.

Orangtua korban, R Purba juga mendatangi unit PPA Polres Simalungun, yang berada di Pematang Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun, untuk menguatkan perbuatan kakek yang bau tanah itu.

” Boru sayapun pernah dicabuli pelaku, dengan memegang anunya dan meremas-remasnya,” kata R Purba yang ditemui kru di Unit PPA Simalungun.

Diakui Purba, bahwa kejadian pencabulan yang dilakukan oleh kakek tua itu, sudah berulang. Peristiwa itu, di Tahun 2010, yang lalu.

Dimana, pelaku, membujuk boruku dari tempat bermainya dan mengajak kerumahnya. Disitulah, aksi kakek tua bangka itu dilancarkan dengan meremas-remas kemaluan anakku.

” Aku mengetahui kejadian tersebut, dari pengakuan tantenya. Karena saya tak terima kelakuan dari AM yang masih tergolong kerabat famili, langsung membuat pengaduan ke Polres Simalungun, yang dulunya di Jalan Sudirman Pematangsiantar,” terang Purba

Sementara dari D Purba selaku sekretaris desa Nagori tongah Kecamatan Purba, berdasarkan laporan warga, selaku sekretaris desa datang untuk mendampinggi korban.

” Yang jelas kasus ini sudah kerana hukum dan harusnya diproses seadil-adilnya,” kata D Purba yang juga ditemui di PPA Polres Simalungun

Diakui Sekretaris Desa itu, pelaku ini sempat kabur dari kampung, tahun 2010, yang lalu. Karena melakukan hal pencabulan kepada balita dan diadukan oleh orangtua korban.

” Karena mengetahui pelaku, korban mengadu ke pihak kepolisian. Pelaku sempat lari dari kampung hingga 6 tahun. Pulangnya, pelaku kekampung halaman, ketika meninggal istrinya br Sihaloho,” terang sekdes

Amatan kru, pelaku sudah didalam sel Sat Reskrim dan korban masih dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh unit PPA Polres Simalungun.(HEN)

Comments

Berikan Komentar Anda