Warga Siantar Dikenakan Tarif Periksa Kesehatan Di RSUD Djasamen Saragih, Hingga Ratusan Ribu

BERITA SIANTAR | INFO RAJAWALI

Fasilitas negara yang ada di RSUD Djasamen Saragih tepatnya di Jalan Sutomo Pematangsiantar, yang seyogianya, bisa dinikmati oleh kalangan masyarakat Siantar, dalam segi pelayanan kesehatan dan surat menyurat. Belum terdepenisikan dengan benar, masih saja ada ajang manfaat hingga membuat resah.

Seperti halnya, untuk mengambil surat bebas narkoba, dan melakukan tes urine para pelajar masih dibebankan dengan tarif yang mencekik leher.

Amatan kru, Senin (18/4/2016) sekira pukul 12.00 WIB, di RSUD Djasamen Saragih, bahwa para warga yang mengambil surat bebas dari narkoba, agar bisa melamar menjadi Polisi dibebankan hingga 295 ribu sampai 300 ribu rupiah bahkan bisa melebihi.

Dimana, para warga terlebih dahulu mendaftarkan diri sebagai peserta, dengan membayar uang pendaftaran sebesar 45 ribu rupiah. Setelah selesai mendaftar dan membawa surat kesalah satu ruangan, untuk tes Narkotika, mariyuana, opioum Cocain methamphetamin, dengan dibebankan 220 ribu.

Usai memenuhi mulai mendaftar hingga tes urine, para warga juga dibebankan uang terimakasih yang diberikan warga tanpa unsur paksaan.

Salah seorang wanita berjilba yang ikut mendaftar dan memberikan uang yang berhasil dimintai keterangan, ditemui di RSUD Djasamen Saragih, membenarkan memberikan uang pendaftaran, uang tes urine hingga uang terimakasih yang tidak dipaksakan.

” Hingga 300 ribu rupiah lebih lah bang, aku memberikan uang mulai dari pendaftaran, tes urine hingga uang terimakasih. Kalau ngak uang, ngak bisalah bang, untuk memeriksa kesehatan di RSUD Djasamen Saragih ini,” katanya

Sementara dari Riris, salah seorang petugas dari RSUD Djasamen Saragih, yang mengeluarkan surat kepada peserta urine, membenarkan sebelum sampai kemejanya harus terlebih dahulu mendaftar ke tempat pendaftaran dengan memberikan uang 45 ribu.

” Setelah mendaftar dan datang kekita dan memberikan surat untuk dites urine narkoba. Maka peserta selanjutnya dites dan membayarkan kekasir sebesar 220 ribu rupiah,” ucap Riris sembari tertawa.

Dr Maya selaku Bagian Pelayanan Umum RSUD Djasamen Saragih, yang juga ditemui di lokasi RSUD Djasamen Saragih mengatakan bahwa para warga yang hendak mengambil surat bebas dari narkoba dan dites urinenya, dikenakan tarif secara keseluruhan.

” RSUD ini sudah institusi, maka punya pentarifan dan masuk PAD serta pendapatan rumah sakit. Tarif tidak ada ditambahi dan dikurangi,” terang Maya

Maya juga bilang, bahwa tarif yang dibebankan sudah ada Perwakilan tahun 2013 dan rumah sakit umum Djasamen Saragih ini, sudah masuk BULD.

” Surat bebas narkoba, nantinya ditandatangani oleh Direktur rumah sakit Djasamen Saragih,” tutup Maya

Penulis : MAN

Comments

Berikan Komentar Anda