Anak Keterbelakangan Mental Bacok Ibu Kandungnya Nyaris Tewas Dan Mantan Pangulu, Diduga Akibat Hubungan Gelap Yang Dijalani Ibunya

Diduga Akibat Hubungan Gelap Yang Dijalani Ibunya

SIMALUNGUN | inforajawali.com

Putra (20) terpaksa harus diamankan pihak kepolisian Resort Bangun. Pasalnya, warga Dusun I Nagori Rambuhit Kecamatan Gunung Maligas, yang diduga mempunyai keterbelakangan mental, bacok ibunya Legini (45), hingga nyaris tewas dan mantan Pangulu Siswandi, Minggu (5/6/2016) sekira pukul 03.00 WIB.

Diduga penyebabnya, adanya hubungan terlarang yang dijalani ibunya, yang sudah lama menjanda ditinggal mati suaminya dengan mantan Pangulu Rambuhit Kecamatan Gunung Maligas.

Informasi yang di himpun, Senin (6/6/2016), sebelumnya anak pertama dari tiga bersaudara tersebut, tega membacok Ibundanya hingga luka robek dan mendapatkan beberapa jahitan di bahagian kepala sebelah kiri dan mengalami luka lebam dibahagian mata sebelah kiri.

Sementara Siswandi mantan Pangulu Nagori Rambuhit saat di jumpai di kediamannya tak bisa bercerita banyak.

“Sama Kadus dusun I saja, dia lebih tau ceritanya, namanya Kamal, lalu menunjukkan arah rumah Kadus yang di maksud,” kata mantan Pangulu

Kamal Kadus dusun I yang di jumpai, menceritakan peristiwa yang terjadi di rumah Legina (45) Janda beranak tiga yang di tinggal suami pergi selamanya menghadap ilahi.

“Anaknya itu cemburuan, dia ngak senang kalau Ibundanya dekat dengan lelaki pelanggan tuak Ibundanya, terutama kepada mantan Pangulu Siswandi yang sering membantu korban,” ucapnya.

Pada saat malam peristiwa itu terjadi, memang Siswandi datang kerumah korban untuk melerai keributan di warung tuak milik korban, malam itu memang lagi tak buka lapo tuak korban karna masuk bulan suci Ramadhan.

Pada waktu malam itu pelaku terlihat warga menggenggam golok sambil memiting leher korban, ” kepala korban pada saat itu sudah berlumuran darah dan mata sebelah kiri terlihat memar membiru, ucapnya.

Saat Siswandi datang hendak membantu korban yang sudah berlumuran darah, tiba-tiba korban melepaskan tubuh korban lalu mengejar Siswandi, hingga Siswandi masuk kedalam sumur sedalam 3 meter menyelamatkan diri.

“Masih beruntung Siswansi masuk kedalan sumur, kalau tidak tak taulah jadinya, bisa-bisa Siswandi jadi korban, Kamal dan beberapa warga sekitar minta pelaku tidak kembali lagi ke desanya, karna warga takut terjadi hal-hal yang tak di inginkan, ucap Kamal.

Sumur itu milik Budi tetangga korban, jelas Kamal, dan mengatakan saat ini korban masih di rawat insentif di rumah salah satu bidan desa di Nagorinya, Kamal juga mengatakan sebelum di bawa ke Mako Polsek Bangun, pelaku sempat minta maaf kepada Ibundanya dengam cara bahasa isarat.

“Minta maaf dia waktu mau dibawa ke Polsek bang, dengan merapatkan kedua tangannya dengan bahasa isarat minta maaf,” ujarnya

Saat kru mendatangi rumah bidan desa yang di katakan tempat korban di rawat, yang bersangkutan tak berada di rumah, salah satu tetangga bidan mengatakan bidan yang di maksud pergi ke Siantar menjeput pasien lainnya di RSU Mina Padi, saat di tanyakan pasien bidan yang terkena bacokan, tetangga bidan mengatakan sudah pulang kerumah korban.

” kalau yang kena bacok dah pulang bang,” kata tetangga korban.

Legina (45) yang di jumpai dalam kondisi lemah terbaring di ruangan tamu rumahnya, dengan merintih kesakitan, meminta agar pelaku tidak kembali kerumahnya, karna sejak empat bulan tinggal serumah dengan korban.

Pelaku sering membuat keributan, sehingga pelanggan tuaknya banyak tak datang lagi kelapo tuaknya.

” Saya berharap dia (pelaku) tidak kembali lagi kerumahnya,” biar lah kalau bisa dia ke Malaysia atau kemana saja biar lah berapa pun biayanya, asalkan tidak kembali lagi,” ucapnya merintih kesakitan.

Legina (45) menerangkan bahwa pelaku hasil perkawinannya dengan suami pertamanya.

” Bapaknya masih ada tapi ngak pernah menafkahinya, kalau dari suami kedua saya dapat anak dua, tapi umur suami saya ini ngak panjang karna itu lah saya berdagang tuak untuk memenuhi kebutuhan biaya sekolah anak saya dan ke sehari-harinya,” jelasnya.

Kapolsek Bangun AKP.H.Silitonga melalui Kanit Reskrim Polsek Bangun Iptu Juni, saat di konfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut, dan pelaku berikut barang bukti sudah diamankan di Mako Polsek Bangun, Iptu Juni mengaku mendapat sedikit kendala karna pelaku tuna wicara.

” Belum bisa kita periksa, ngak bisa bicara pelaku, ini masih kita tunggu pihak keluarganya,” jelasnya.

Sementara Camat Gunung Maligas Drs. Sanari Purba, saat di mintai tanggapannya perihal usulan warga Nagori Rambuhit agar pelaku tidak kembali ke desanya, melalui telepon seluler mengatakan akan membicarakannya dengan pihak terkait,

” Iya masih kita bicarakan dengan baik ke pihak terkait bagai mana mekanismenya agar kejadian-kejadian sepert itu tidak terulang kembali,” ucapnya.

Penulis Manson Purba