SIMALUNGUN | inforajawali.com

Perambahan hutan dari eks kawasan semakin marak tanpa memikirkan dampak dan resiko, apa bakal terjadi dan hanya memuaskan para pengusaha.

Ternyata perambahan hutan terjadi dikawasan eks kawasan, Huta Gaja Pokki Nagori Purba Janji Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, dan mengeluarkan kayu alam sebanyak 25 potong dengan menggunakan dua truk.

Informasi yang dihimpum, Senin (6/6/2016), dari sumber yang layak dipercaya bahwa perambahan eks kawasan yang dibekiking oleh salah satu kepala UPTD itu, diduga tanpa ada dokumen lengkap mulai dari surat keterangan sahnya hasil hutan (SKSSHH) yang dibayarkan secara on line.

Diperparah, kayu yang diambil oleh perambah adalah kayu alam yang dilarang Pemerintah untuk ditebangi dan harus dilindungi.

” Alas hak dari BPN juga, tidak ada didokumen. Kuat dugaan bahwa perambahaan yang dilakukan oleh sosok pengusaha itu ilegal dan kalau itu APL harus dibuktikan dengan BPH Medan,” ujar sumber

Sumber juga meminta agar penegak hukum mulai dari kepolisian dan Pemerintahan Kabupaten Simalungun, untuk melakukan cek inricek terkait perambahaan eks kawasan yang sudah dirambah oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab tampa memikirkan resiko yang bakal terjadi.

Penulis Manson Purba

Comments are closed.