INFORAJAWALI.COM | SIANTAR

Lagi-lagi kinerja dari penegak hukum dipertanyakan warga. Kali ini kinerja dari Polsek Siantar Marihat yang dikomandoi oleh AKP Ruslan, yang dinilai lamban menangani kasus pencurian dan pengelapan, di wilayah hukum Kecamatan Siantar Marihat.

Tudingan dilontarkan Magdalena Rosinta Siahaan (49) warga Jalan pisang Gang Durian no 84 Kelurahan Pardamean, Kecamatan Siantar Marihat, selaku pelapor atas kehilangan keretanya vario bk 3430 WZ tahun 2009, yang sudah 3 Minggu dilaporkan hingga sekarang tak kunjung ada realisasinya dari pihak Polsek Siantar Marihat.

” Kami juga heran kenapa sampai saat ini Kepolisian belum menangkap tersangka (Liber Tarigan), padahal laporan kami sudah masuk 3 minggu,” ujar Magdalena Rosita br Siahaan, (49) yang ditemui dirumahnya, Selasa (14/6/2016) malam.

Diceritakan Br Siahaan awalnya membuat laporan ke pihak kepolisian Resort Siantar Marihat, atas dugaan penggelapan yang dilakukan oleh Liber Tarigan warga Jalan Melanthon Siregar Kelurahaan Karo, Siantar Selatan.

Kejadianya kata Boru Siahaan, pada pukul 23.00 WIB, tanggal 16 mei 2016 dengan dalih meminjam kereta kepada reymond Simanjuntak, (anak pelapor). Ketika itu anaknya dengan terlapor sedang minum tuak disalah satu warung tuak di Bahkora 2.

” Pelaku meminjam sepeda motor Vario anak saya, dengan dalih mengantarkan temannya ke Jalan Barito. Karena tidak ada unsur kecurigaan dari pelaku untuk membawa kabur sepeda motor tersebut, anakku memberikan kepada pelaku untuk dipinjam,” terangnya

Kecurigaan mulai datang, bilang ibu korban, ketika sudah ditunggu hingga 2 jam, pelaku Liber Tarigan tak kunjung datang kedai tuak. Karena sudah terlampau lama, anaknya katanya bersama teman-teman, melakukan pencarian.

” Tak ketemu juga, akhirya anak berterus terang, kepada saya bahwa sepeda motor sudah dibawa kabur oleh tanya bernama Liber Tarigan. Besoknya saya bersama anak saya membuat laporan pengaduan ke Polsek Siantar Marihat,” jelasnya

Sempat pihak kepolisian Polsek Siantar Marihat mempersulit, saat membuat laporan pengaduan tertanggal 17 Mei 2016, Itu dikarenakan kurangnya saksi. Setelah lengkap saksi maka laporan pengaduan diterima tertanggal 24 Mei 2016 sekira pukul 12.30 WIB.

” Masa hingga sekarang pihak kepolisian resort Kecamatan Siantar Marihat tidak bisa menangkap pelaku Liber Tarigan. Apa perlu diberikan dulu uang pelicin agar cepat melakukan penangkapan. Sementara pelaku, begitu bebas berkeliaran di kota Pematangsiantar ini,” kesal korban.

Sementara dari Kapolsek Siantar Marihat, AKP Ruslan, ketika dikonfirmasi melalui selulernya, Rabu (15/6/2016) membenarkan telah menerima pengaduan korban. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan terus mengupayakan pencarian pelaku.

” Benar pihak kita sudah menerima pengaduan korban, hingga saat ini pihak kita masih melakukan upaya pencarian kepada pelaku,” kata Perwira berpangkat kapten itu.

Penulis Manson Purba

Comments are closed.