INFORAJAWALI.COM | TANAH KARO

Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ALIANSI INDONESIA menuding bahwa Sekretaris daerah Kabupaten Karo,dr.Saberina Tarigan,MARS selaku Ex Officio Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo diduga turut mencicipi hasil bagi-bagi uang proyek pembangunan percepatan relokasi pengungsi di Siosar senilai Rp.76 milyar.

“Dalam laporan pengaduan, kita sudah lampirkan siapa-siapa saja yang patut diduga ikut “mencicipi” aliran dana DSP( Dana Siap Pakai) BPBD Karo untuk percepatan relokasi pengungsi di Siosar. Jadi dia juga harus segera diperiksa TIPIKOR Poldasu,” beber Ketua DPC ALIANSI INDONESIA Kabupaten Karo,Sarjana Ginting kepada sejumlah wartawan termasuk kru Inforajawali.com di Kabanjahe Selasa (28/06).

Dikatakan Ginting,bahwa pada saat rapat internal BPBD dengan Bupati Karo,Terkelin Brahmana beberapa waktu lalu, sekdakab,dr,Saberina Tarigan MARS menyatakan bahwa proses penyelesaian percepatan relokasi pengungsi di Siosar Kecamatan Merek-Karo sudah menyalah sejak awal. Dihadapan Bupati Karo dan sejumlah petinggi BPBD Karo termasuk PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) DSP percepatan relokasi Siosar, Sarman Tarigan ST juga ikut dalam pertemuan mengatakan bahwa kalau memang sudah salah tolong buat surat perintah pemberhentian pekerjaan dilokasi relokasi Siosar.

“Saat itu Bupati menyarankan agar BPBD Karo memaparkan kronologis sejak awal dan dibuat dalam laporan tertulis dan kalau memang ada hal yang sudah bersalahan agar sebelum dipanggil oleh penyidik maka lebih baik terlebih dahulu minta advis perlindungan hukum ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saja. Namun pada saat rapat internal tersebut semua yang hadir hanya terdiam membisu,” terang Ginting dan mengaku bahwa dia mendapatkan hasil rapat internal tersebut dari salah seorang peserta rapat tanpa menyebut nama tapi siap menghadirkan didepan hukum apabila dibutuhkan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Karo,dr.Saberina Tarigan,MARS ketika dikonfirmasi lewat pesan singkat tidak menjawab.

Sekedar mengingatkan bahwa laporan dugaan korupsi di BPBD Karo milyaran rupiah tahun anggaran 2015 lalu sudah dilaporkan ketua DPC ALIANSI INDONESIA Kabupaten Karo ke TIPIKOR Poldasu kemaren Senen (27/06).

Penulis: Johni Sembiring.

Comments are closed.