Medan | inforajawali.com

Kodam I/BB adakan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Antisipasi Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal TA 2016 di Gedung Balai Prajurit Kodam I/BB Jalan Gatot Subroto Km. 7,5 Medan, Kamis (17/11).

Dalam sambutan Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung yang di bacakan Pabandiya Wanwil Letkol Inf Rio Purwanto S.H.mengatakan Undang-Undang RI nomor 3 Tahun 2002 tentang pertahanan Negara, yang bertujuan untuk menjaga dan melindungi kedaulatan Negara, keutuhan NKRI dan keselamatan bangsa dari segala bentuk ancaman. Salah satu ancaman yang datang dari dalam Negeri sendiri seperti bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal. Kelompok Komunis dan kelompok Radikal dalam perkembangannya, melalui cara-cara yang inkonstitusional telah mengembangkan ajaran yang tidak sesuai dengan Pancasila dan berupaya menentang kebijakan pemerintah dengan menciptakan instabilitas politik dan keamanan.

Selanjutnya Pangdam I/BB mengatakan agar selalu waspada guna mengantisipasi dan menangkal berbagai upaya bangkitnya kembali ajaran Komunis. Begitu juga dengan faham Radikal yang selalu berupaya untuk memaksakan penerapan Syariat Agama tertentu dalam sendi ketatanegaraan yang dapat mengganggu solidaritas kerukunan antar umat beragama, persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah NKRI. Salah satu contoh telah terjadi kasus pelemparan bom molotov di tempat Ibadah di Samarinda Kalimantan Timur dan Singkawang Kalimantan Barat. Perlu upaya proaktif untuk membantu pengawasan dan upaya pencegahan sebagai langkah antisipasi terhadap bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal di setiap wilayah agar tidak berkembang dan membahayakan kedaulatan Negara.

Adapun kegiatan tersebut dihadiri 150 orang personil, yang terdiri dari Para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Kodam l/BB, perwakilan dari Ormas KBT, Purnawirawan, Warakauri, FKPPI, dan perwakilan dari Ormas PPM wilayah Medan.

Editor : Hendri Siadari

Comments are closed.