Satu Rumah Terbakar Didesa Batumanumpak

Lonceng Gereja berbunyi di Huta Dolok, Desa Batumanumpak, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Propinsi Sumatera Utara, 16 Oktober 2017, pukul 05.00. Pertanda ada kejadian di Desa itu. Satu rumah terbakar.

Api sudah mengepul saat seorang melihat rumah Op.Lidia, Dormina br Silitonga. Bagian belakang rumah sudah terbakar. Kemudian Warga memberitahukan pada tetangga dan masyarakat sekitar.

Warga menggedur-gedur pintu rumah Op.Lidia yang sedang terbakar. Tinggal bagian depan rumah yang belum terbakar. Di dalam rumah ada sepasang suami istri, putri dan menantu Op.Lidia (Saor Pardamean Harianja dan Rosianna boru Gultom) bersama dua anaknya yang masih usia sekolah dasar.

Saor Pardamean Harianja keluar dari rumah bersama istri dan dua anaknya dari pintu depan yang belum dialap api. “Kami sedang tertidur, kemudian ada yang menggedur-gedur pintu. Saya bangun, sudah banyak asap” kata Saor Pardamean Harianja. Sedangkan Op.Lidia saat itu sedang tidak berada di rumah. Menurut Saor, mertuanya sedang berada di Pekan Baru bersama satu orang cucunya, anak Saor yang paling bungsu.

Warga kampung berdatangan ke lokasi. Lonceng Gereja dibunyikan. Api semakin mengepul, keseluruhan bagian rumah yang terbuat dari papan itu sudah dialap api. Masyarakat pun tidak bisa mendekat untuk menyiram karena panas api. Tetapi warga terus menyiram rumah di sebelahnya agar tidak ikut terbakar.

Tidak ada korban korban jiwa pada kebakaran itu. Tetapi semua harta benda di dalam rumah habis terbakar. Kerugian diperkirakan seratus juta rupiah.

Menurut Rosianna boru Gultom, api itu mungkin bersumber dari arus listrik. “Pukul sebelas malam saya masih dari dapur. Tidak ada kayu bakar yang menyala. Tabung gas kami pun sudah satu bulan kosong. Mungkin api bersumber dari arus listrik”, katanya.

Saor Harianja dan Isterinya Rosianna boru Gultom memilki tiga orang anak. Dua masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan satu lagi, yang paling bungsu belum sekolah.

Saor dan Rosianna sebelumnya tinggal di Pulau Batam. Mereka pulang kampung tiga tahun lalu, tinggal bersama mertua, ibu kandung Rosianna boru Gultom. Sedangkan ayah Rosianna, Op.Lidia doli/Sabungan Gultom, sudah meninggal berapa tahun lalu. Sehari-harinya, Saor dan isterinya bekerja sebagai petani, ladang dan padi sawah.

Pagi harinya, Kapolsek Pangaribuan AKP Syamsul Baharudin, SH bersama dengan Camat Pangaribuan Josua Napitupulu SSTP, M.Si, Anggota Koramil Pangaribuan tiba di lokasi. Mereka menemui Saor Harianja dan Rosianna br Gultom di rumah salah satu warga.

(Hayun)

Comments

Berikan Komentar Anda