Proyek Dana Desa Sigotom Timur, Material Tidak Sesuai Spesifikasi

TAPUT | inforajawali.com |

Pekerjaan pisik yang bersumber dari Dana Desa di Kecamatan Pangaribuan, Tapanuli Utara sudah dimulai. Pelaksanaan ini, dari segi waktu termasuk lambat. Hal ini pun diakui Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Pangaribuan, Taput.
Desa Sigotom Timur adalah salah satu desa, dari 26 desa di Pangaribuan yang saat ini sedang mengerjakan proyek fisik Dana Desa tahun anggaran 2017.

Pada 18/10 lalu, wartawan inforajawai.com meninjau pelaksanaan Dana Desa di Sigotom Timur. Tepatnya di kampung bernama Lumban Rau. Terdapat pekerjaan pengaspalan jalan jenis “lapisan penetra” (Lapen). Pada papan informasi ditulis “Pengaspalan jalan”. Namun tidak dituliskan berapa panjang dan lebar jalan yang akan diaspal.

Pekerjaan tersebut masih dalam tahap menghampar batu ukuran 3-5 cm. Beberapa pekerja tampak sedang menghapar batu ke badan jalan. Namun ada kejanggalan pada material batu yang sedang dihampar itu.

Batu tersebut tidak memiliki ukuran yang sama, beberapa tumpuk ada jenis batu samsam atau terdiri dari berbagai ukuran mulai dari ukuran besar sampai ukuran yang sangat kecil. Bahkan bercampur debu dan tanah berlumpur. Namun ada juga beberapa tumpukan batu yang terlihat bersih dan ukurannya sama, 3-5 cm. Ditumpuk di bagian depan jalan masuk, menuju lokasi kerja.

Mengacu pada paparan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa pada hari Rabu tanggal 18 Oktober 2017 di aula Desa Harianja Kecamatan Pangaribuan. Menjelaskan, bahwa material batu yang dipakai untuk pengaspalan lapen harus bersumber dari pabrik. Dipecah pakai mesin stone crusher. Bersih dan tidak mengandung lumpur. Yaitu batu ukuran 3-5 cm, 2-3 cm dan batu spilit ukuran 1-2 cm. Kecuali batu yang berukuran 10-15 cm, bisa dipecah secara manual jika kebesaran.

Dari penjelasan Kadis PMD saat pembekalan untuk para TPK di Kecamatan Pangaribuan, material batu untuk pekerjaan Lapen di Sigotom Timur, sebagian sudah tidak sesuai spesifikasi. Atau bertentangan dengan apa yang dijelaskan pada saat pembenahan TPK.

Kepala Desa Sigotom Timur tidak berada di lapangan saat watawan inforajawali.com sedang meliput ke lokasi itu. Walapun begitu, ada anggota Tim Pelaksana Kegiatan, Aladin Simanjutak, yang mengawasi dan ikut bekerja di proyek itu. Tetapi ia tidak melarang penggunaan material yang tidak sesuai sepesifikasi itu. Menurut Aladin Simanjuntak memakai batu tidak masalah.

Tentang penggunaan batu yang tidak sesuai spesifikasi di Desa Sigotom Timur, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Pangaribuan, Parluhutan Panjaitan juga tidak memberi komentar. Saat wartawan menghubungi Parluhutan Panjaitan melalui telepon seluler, 20 Oktober, pukul 15.55, ia tidak menjawab. Kemudian wartawan mengirim pesan singkat, menanyakan keberadaan Parluhutan “Lagi di mana posisi Bapak?” Beberapa detik kemudian langsung dibalas oleh Parluhutan,”Lg di trt”. Maksud Parluhutan “Lagi di Tarutung”, ibukota Kabupaten Tapanuli Utara. Kemudian wartawan melanjutkan dengan mengirim pesan konfirmasi, “Pengaspalan di Lumban Rang, Sigotom Timur. Sebahagian menggunakan batu sam-sam (bukan dari crasher). Bagaimana tanggapan Bapak selaku Kasi PMD Pangaribuan?”. Sampai berita ini dikirimkan ke redaksi pada pukul 22.30, Parluhutan tidak membalas konfirmasi wartawan.
(RAIDON GULTOM)

Comments

Berikan Komentar Anda