Bupati Taput Canangkan Kampung KB Disetiap Kecamatan

Sore, Jumat 28 Oktober, Kampung Desa Pagar Sinondi, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara tiba-tiba ramai.

Bupati Taput Drs Nikson Nababan M.Si bersama rombongan duduk berhadapan dengan masyarakat.

Nikson menjelaskan pada masyarakat tentang program pemerintah pusat yang akan dilaksanakan pemerintah kabupaten di daerah.

Bagaimana program Keluarga Berencana berperan penting menguatkan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat lewat peningkatan kesehatan khusunya di perkampungan.

“Kesehatan ibu yang melahirkan dan anak yang dilahirkan adalah hal mutlak yang harus mendapat perhatian. Masyarakat pun dipastikan mampu membuat rencana mengatur jarak kelahiran lewat program Keluarga Berencana.,” kata Nikson.

Bupati menjelaskan upaya-upaya yang sedang dilakukan pemerintah, seperti mencanangkan kampung Keluarga Berencana di setiap kecamatan di Tapanuli Utara. Salah satunya di Desa Pagar Sinondi, yang sedang dikukuhkan pada hari itu.

Bupati Drs Nikson Nababan, M.Si mengatakan tiga bulan sebelum dan tiga bulan sesudah melahirkan supaya si ibu mendapat perawatan di rumah tunggu yang ada di Puskesmas. Tujuannya agar ibu dan anak yang dilahirkan lebih sehat. Harapan Bupati untuk kampung KB, masyarakat akan lebih sehat untuk tahun-tahun mendatang.

Bidan desa dan para tenaga medis dari puskemas sedang melayani masyarakat untuk pengobatan gratis. Yang datang berobat kebanyakan dari masyarakat kalangan lansia, minimal mengukur tensi.

Sebagai desa yang dicanangkan menjadi kampung KB, tentunya pelayanan di bidang KB menjadi salah satu hal yang prioritas. Suntik KB, Susuk KB, Pil KB hingga kondom dan rencana operasi tutup bisa didapat warga secara gratis di Puskesmas di kampung KB.

Tetapi khusus pada hari itu, warga tidak perlu harus ke puskesmas. Mereka bisa mendapat pelayanan di mobil berwarna biru yang diparkir di depan gedung sekolah.

Susmawati Ginting salah seorang petugas mobil KB bersama beberapa ibu muda, usia 25 hingga 35 tahun tampak sedang berkomunikasi, kemudian mencatat nama-nama ibu yang hendak mendapatkan pelayanan KB. Selanjutnya ia memberikan catatan itu kepada petugas yang berada ruangan passenger mobil, persis berada di belakangnya.

Sementara Nelly boru Pakpahan, seorang penyuluh KB dari Kabupaten, duduk persis di pintu utama mobil KB. Ia memanggil nama warga sebagai pasien untuk masuk ke dalam mobil, sesuai catatan yang diberikan Susmawati. Selain Nelly ada dua orang lagi petugas di dalam mobil. Rama Saragih, Kepala Bidang Keluarga Berencana KB dan Riris Tampubolon Kepala Seksi Pelayanan KB Pemkab Taput.

“Sebentar dulu ya pak! Nanti kita lanjutkan wawancara. Laki-laki menjauh dulu, karena ini agak seksi” kata Nelly dengan ramah sedikit berkelakar kepada wartawan inforajawali.com.

Dua puluh menit kemudian, pelayanan untuk pasien sudah selesai. Wawancara inforajawali dengan pelayan di mobil KB pun berlanjut. Tetapi kali ini dengan pasien yang baru saja selesai mendapat pelayanan. Ia seorang ibu boru Sinaga, usia 35 tahun. Aktip sebagai peserta KB setelah kelahiran anaknya yang keempat. Ia rajin melakukan pemeriksaan kesehatan, dan kali ini ia berencana untuk tutup karena suaminya marga Panjaitan sudah setuju.

Selama proses pelayanan di Mobil KB sepanjang hari itu, Nelly Pakpahan mengatakan, ada sekitar 30 warga perserta KB yang sempat mendapat pelayanan.

Menurut Bidan Desa setempat, Ade Lumbantobing, di lokasi yang dicanangkan sebagai kampung KB terdapat sekitar 50 KK peserta KB.

Acara berakhir sekitar pukul 17.30. Beberapa warga menyempatkan bersalaman dengan Bupati Nikson Nababan sebelum rombongan meninggalkan Desa Pagar Sinondi.

( Raidon Gultom)

Comments

Berikan Komentar Anda