Hindari Isu Negatif, KPLP Lubuk Pakam Janji Pindahkan Warga Binaan

Untuk menciptakan suasana kondusif dan menghindari isu negatif tentang “perlakuan khusus” terhadap Ronald Saroinsong (40) dan Reni Reep (36) istrinya warga Perumahan Taman Yasmin Indah Blok G No.16 Kelurahan Kassi-Kassi, Makasar di dalam Lapas. KPLP Lapas Kelas II B Lubuk Pakam, Anom Kuswandhono berjanji akan memindahkan warga binaan tersebut, Sabtu (03/11)

Hal itu disampaikannya kepada sejumlah wartawan sekaligus membantah tudingan atas isu negatif yang menyebutkan jika Ronald Saroinsong (40) dan Reni Reep (36) istrinya mendapat “perlakuan khusus”. “Itu tidak benar. Tidak ada perlakuan khusus terhadap warga binaan itu”, tegas Anom.

Menurutnya, untuk menghindari isu negatif tersebut, pihaknya sudah berkordinasi ke Dirjen Pas Kementrian Hukum Dan HAM agar memberikan izin pemindahan secepatnya. “Kita sedang menunggu surat dari kantor Dirjen Pas. Kalau saat ini Ronal divonis 9 tahun dan ditempatkan diruang Dahlia 7”, terang Anom.

Sementara itu, Sekertaris DPD IPK Kabupaten Deliserdang Eko Marhaen Sopianto mengatakan jika isu negatif tentang “perlakuan khusus” terhadap Ronal Saroinsong di dalam Lapas Kelas II B Lubuk Pakam itu bisa mencoreng nama baik Lapas. Sehingga untuk menghindarinya diharapkan agar pihak Lapas segera membuat kebijakan tegas. “Daripada jadi bumerang, seyogianya pihak Lapas secepatnya memindahkan Ronal dari Lapas itu. Karena jika itu benar adanya bisa menimbulkan kesenjangan antar warga binaan”, kata Eko Marhaen Sopianto.

Untuk mengingatkan kembali, Ronald Saroinsong (40) dan Reni Reep (36) istri nya warga Perumahan Taman Yasmin Indah Blok G No.16 Kelurahan Kassi-Kassi, Makasar calon penumpang Citilink QG 927 tujuan sar transit Bandung diamankan dari Bandara Kualanamu karena coba menyeludupkan sabu seberat 1.067 gram dengan cara menyembunyikannya di bagian tubuhnya untuk mengelabui petugas. Beruntung berkat kejelian petugas dan kecanggihan alat X Ray , aksi pasutri ini berhasil digagalkan saat keduanya menjalani pemeriksaan di Security Chek Point (SCP) I drop zone lantai III Bandara Kualanamu pada Jumat (29/7) lalu sekira pukul 09.00 (WES)