Gamot dan Sekdes Sirube rube Protes Kepada Pangulu

Belum sebulan menjabat, Pangulu Sirube rube Kecamatan Dolok Pardamean kabupaten Simalungun Padiman Silalahi bersikap arogan dan seenaknya memecat 7 orang aparat Nagorinya (Desanya).

Pemecatan ketujuh aparat Nagori itu dibuktikan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan(SK) oleh Pangulu ( Kepala Desa) tanggal 6 Nopember 2017.

Sebelum SK pemecatan dikeluarkan, Padiman tidak melakukan koordinasi kepada ketujuh aparat desa termasuk Sekdes Nagori Sirube rube.

Gamot Huta II Misran Silalahi menuturkan kalau dirinya kaget menerima SK Pemecatannya. Sikap protesnya kepada pangulu disampaikan kepada awak media inforajawali.com

Menurutnya, “kalau dia sama sekali merasa tidak memiliki perselisihan dan kesalahan terhadap Pangulu yang baru dilantik. Saat pemilihan Pangulu (Pilpanag) beberapa waktu lalu saya juga netral tidak ada berpihak kepada salah satu calon lawan politiknya. Bahkan saat sertijab dari PJ Pangulu L br Situmorang kepada Pangulu Padiman Silalahi saya juga hadir dan mengikuti acara itu. Sebagai bawahan saya loyal kepada pimpinan saya, meskipun baru menjabat., “ujar Misran.

Sementara itu Sekdes Truman P Manurung menilai Pangulu Sirube rube sudah bersikap arogansi atas pemecatan terhadap dirinya.

“Pemecatan dirinya bersama teman lainnya yang dilakukan Padiman Silalahi merupakan sikap arogansi dan kesewenang wenangan kekuasaanya.,”Ujarnya saatditemui di Raya.

Dijelaskannya, Pangulu sirube rube belum melihat kinerja dari perangkat sudah langsung memecat. Selain itu Pangulu juga tidak dapat memberikan alasan yang jelas kenapa saya dan perangkat lainnya dipecat. Belum memulai program kerjanya karena dia baru dilantik tanggal 30 Oktober kemudian tanggal 6 Nopember 2017 langsung mengeluarkan surat pemecatan.

(Hasudungan)