Diduga SMP Negeri 1 Perumnas Lakukan Pungli Untuk UNBK

Orang tua siswa merasa dirugikan dengan hasil rapat Komite yang dilangsungkan disekolah anaknya Jumat lalu. Pasalnya hasil rapat yang membahas tentang UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) yang akan dilangsungkan di Sekolah SMP N 1 Perumnas Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun Ini diduga diadakan pengutipan uang sewa Komputer yang akan digunakan siswa sebesar Rp.100.000 per hari selama ujian, Selasa (28/11).

Salah seorang warga Perumnas yang menyekolahkan anaknya kepada wartawan menjelaskan kalau rapat Komite yang dilangsungkan di SMP N 1 Jumat lalu membuahkan hasil yang memberatkan orangtua Siswa. Karena pembahasan tentang UNBK tersebut ternyata tidak gratis akan tetapi membayar uang sewa Komputer ke Sekolah bagi siswa yang tidak memiliki komputer atau laptop. Tetapi bagi siswa yang ada Laptopnya dapat menggunakannya untuk Ujian Nasional yang akan datang.

Menurut orangtua siswa tersebut kalau pengumpulan uang komputer Siswa merupakan modus pungli dari pihak sekolah. Dan sepengetahuannya kalau pihak sekolah juga menyediakan anggaran untuk ujian yang dilangsungkan sekali setahun tersebut.

Saat dikonfirmasi Kepala Sekolah SMP N 1 Perumnas Syafrida Purba melalui Guru Kelas R.Sinaga mengatakan tidak ada pengutipan yang dimaksud orang tua siswa tersebut. Rapat yang dimaksud tersebut merupakan rapat penyuluhan tentang UNBK dimana sekolah SMP N 1 Perumnas merupakan salah satu sekolah yang ikut melakasanakan UNBK. Dimana agar orang tua siswa mempersiapkan anaknya untuk UNBK.

Saat disinggung dengan dugaan pengutipan uang sewa Laptop yang disediakan sekolah Rp.100.000 per Hari guru kelas yang merangkap sebagai Pengurus Komite ini menjelaskan kalau anggaran yang dimaksud tersebut merupakan taksasi besaran yang akan diperlukan, akan tetapi tidak dikutip dari orangtua siswa.

” Itu masih wacana dan kira-kira segitulah anggaran yang diperlukan untuk UNBK.” Kata R.Sinaga.

Saat ditanya ketua Komite untuk dimintai keterangannya R.Sinaga mengatakan kalau ketua Komite Hutauruk dan posisinya saat ini mungkin lagi kerja jadi tidak dapat ditemui.(RS)