Nasib Ketujuh Perangkat Desa Sirube rube Kecamatan Dolok Pardamean “Belum Jelas”

Hingga saat ini ketujuh orang perangkat desa Nagori Sirube rube Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun belum jelas nasibnya, atas Tindakan Pangulu Padiman Silalahi yang terkesan arogan memecat tujuh perangkat desanya.

Menurut informasi yang dari salah satu perangkat desa Truman Manurung mengaku semenjak diterbitkannya Surat Keputusan (SK) pemecatan oleh Pangulu terpilih Padiman Silalahi tanggal 6 Nopember 2017 yang lalu, dirinya bersama enam orang rekannya menjadi bingung dan tidak tahu harus berbuat apa.

Dugaan sementara kalau pemecatan mereka dilakukan sepihak dan tidak berdasarkan prosedur yang berlaku. Ditambah dan dibuktikan dengan tidak adanya rekomendasi pergantian perangkat desa dari Camat Dolok Pardamean Dra Rediana Naibaho.

” Kami mengharapkan agar Pangulu Padiman Silalahi, agar membatalkan SK Pemecatan tersebut. Karena kami telah merasa dirugikan atas tidakan pangulu yang melanggar prosedur yang berlaku sesuai dengan peraturan. dimana pangulu juga sudah berjanji akan mengeluarkan surat pembatalan atas SK yang dikeluarkannya.” Kata Truman.

Perjanjian pembatalan SK yang diterbitkan pangulu akan diserahkan kepada perangkat Nagori akan tetapi hingga saat ini surat pembatalan tersebut tidak ada sampai ke tangan mereka. Sementara janji yang dilontarkan Padiman Silalahi diutarakan saat pertemuan dengan Camat Dolok Pardamean Senin (27/11).

Ditempat terpisah Camat Dolok Pardamean Dra Rediana Naibaho yang ditemui dikantornya mengakui kalau dia tidak mengetahui sama sekali tentang pemecatan itu, Rediana mengaku mengetahui dari media kalau Pangulu Padiman Silalahi telah memecat perangkat desanya tanpa prosedur dan Undang undang yang berlaku.

” Karena pemberitaan itu saya langsung memanggil dan mendudukan bersama antara Pangulu dan ketujuh perangkat desa yang dipecat. Dari pertemuan itu Pangulu Sirube rube Padiman Silalahi berjanji akan secepatnya mengeluarkan surat pembatalan pemecatan itu dan menyuruh kembali ketujuh perangkat desa itu agar kembali bekerja” kata Rediana.

Rediana juga menghimbau dan meminta dengan keras, agar Pangulu segera mengeluarkan surat pembatalan SK tersebut dan selanjutnya dirinya juga akan berkoordinasi dengan pihak DPMPN ( Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori) tentang hal ini.

Sementara itu saat dicoba Konfirmasi kepada Pangulu Sirube-rube Padiman Silalahi tidak berada dikantornya, dicoba melalui via Seluler, ternyata Padiman tidak mengankat dan membalas SMS yang ditujukan kepadanya hingga berita ini diterbitkan. (Hasudungan Purba)