PELAKU CURAS BERSENPI DI KECAMATAN HUTA BAYU RAJA, DITEMBAK MATI(2)

Pengembangan terus dilakukan, hingga pada hari Selasa (16/1-2018) sekira pukul 11.00 wib kembali diperoleh informasi bahwa pelaku yang tidak diketahui identitasnya sesuai keterangan Darwin Samosir Als Darwin, memiliki ciri-ciri berbadan kurus, tinggi sekitar 160 cm, rambut ikal pendek, logat melayu, umur sekitar 35 tahun dan diketahui panggilannya bernama Sulis yang saat itu sedang berada di Padang Sidempuan.

Mendapat informasi berharga itu, Rabu (17/1-2018) Unit Lidik Jahtanras langsung mengejar Sulias ke Kota Padang Sidempuan dan mencari keberadaannya. Dengan melakukan koordinasi dan kolaborasi bersama Unit Lidik Polres Tapanuli Selatan, sekira pukul 16.00 wib Mukhlis Bin Sahbudin Alias Sulis Alias Putra berhasil diamankan saat sedang berada di kos-kosan di Jalan Major Alboin Hutabarat Kelurahan Wek VI Kecamatan PSP Selatan Kota Padang Sidempuan.

Tidak sampai di situ, pencarian terus dilakukan terhadap sepeda motor korban yang diambil oleh para pelaku serta senjata api yang digunakan saat melakukan pencuriannya. Setelah sampai di tempat penyimpanan kendaraan dan Senpi tersebut yang berada di hutan di daerah Batang Onang Pasar Matanggor Kabupaten Padang Lawas Utara, sepeda motor milik korban langsung ditemukan.

Sementara Senjata Api yang digunakan oleh pelaku masih dicari yang menurut pelaku disimpannya di dalam areal hutan. Namun setelah tempat penyimpanan senjata api ditemukan, pelaku langsung mengambil senpi dan melakukan perlawanan dengan mengarahkan senjata api yang diambilnya ke arah petugas. Dengan sigap, petugas langsung mengambil tindakan tegas dan memberikan tembakan ke arah dada Sulis sebanyak 2 kali hingga pelaku tersungkur ke tanah.

Setelah memastikan pelaku sudah tidak bernyawa lagi, darinya diamankan 1 pucuk senjata api rakitan jenis revolver dan 1 butir amunisi kaliber 9.9 mm serta 1 unit sepeda motor milik korban merk Yamaha NMAX tanpa plat warna hitam dengan nomor rangka: MH3SG3120HK-474285 dan nomor mesin: G3E4E-0654607.

Dari hasil penyidikan diketahui, bahwa Mukhlis Sahbuddin Alias Sulis Alias Putra merupakan seorang Residivis dan DPO Polres Batu Bara.

Di hadapan petugas, Darwin Samosir Alias Darwin menjelaskan bahwa perbuatan yang dilakukannnya bersama Sulis berawal dari keluhan temannya Siti Rahma Alias Ade yang mengatakan bahwa ia tidak memiliki uang untuk membayar kontrakannya warung pijat kasih yang sekaligus tempat tinggalnya yang akan habis kontrak pada bulan Februari 2017.

Berniat membantu, Darwin Samosir Alias Darwin menawarkan untuk kerja (mencuri) dengan menanyakan kepada Siti Rahma Alias Ade, “Apakah ada kaka tahu, yang bias diajak untuk kerja sama?” dan hal itu disanggupi Siti Rahma Alias Ade dengan mengatakan “Tunggu dulu ya, nanti akan saya cari”.

Setelah 2 minggu direncanakan, target pun ditetapkan yakni uang dari SPBU yang ada di Huta Bayu Raja. Kemudian saat akan melakukan aksinya melakukan pencurian di SPBU Huta Bayu, ternyata Darwin Samosir Alias Darwin mengenal salah seorang penjaga SPBU yang tidak lain merupakan temannya, sehingga niat untuk merampok uang SPBU tidak jadi.

Saat di tengah jalan, setelah kedua pelaku memutar balik kea rah Kota Pematangsiantar, Sulis melihat sebuah salon yang sepi, tepatnya di daerah Huta Bosar Bayu Nagori Bosar Bayu Kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Simalungun dan melihat ada seorang laki-laki pemilik salon yang sebelumnya sudah dikenal Darwin.

Kemudian Sulis menyuruh Darwin untuk memutar arah sepeda motor dan menanyakan apakah ada lakban. Setelah Darwin menjawab “Tidak Ada”, kedua mampir ke sebuah grosir untuk membeli lakban. Setelah mendapatkannya, kedua pelaku kembali ke arah salon. Setibanya di Salon, keduanya langsung melakukan aksinya dan setelah berhasil, keduanya langsung melarikan diri.

Terhadap para pelaku yang telah melakukan Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan, diancam dengan Pasal 365 ayat (1), (2) ke 1e, 2e-4e dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.

Editor : Hendri Siadari

Comments

Berikan Komentar Anda