Ribuan Warga Desa Batu Karang Gruduk DPRD Karo dan Long Mach Ke Kantor Bupati, Tuntut 11 Persoalan Dituntaskan

TANAH KAROKARO | Inforajawali.com

Erupsi gunung Sinabung di Kecamatan Naman Teran Karo membuat perekonomiam masyarakat sekitar kaki Gunung Sinabung semakin tidak menentu. Diperkirakaaan 55 ribu hektar lahan pertanian sekitar lereng Sinabung menjadi sulit untuk dapat berproduksi akibat seringnya disembur abu vulkanik. Sementara warga sekitar hanya menggantungkan hidup dan kehidupannya dari pertanian.

Akibat dari erupsi Sinabung yang tidak dapat diprediksi kapan berhentinya membuat warga desa Batu Karang Kecamatan Payung Karo merasa perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Karo. Untuk menyampaikan keluhannya maka ribuan warga Desa Batu Karang Kecamatan Payung Karo menyampaikan keluhannya kepada pemerintah.

Ribuan warga Desa Batu Karang, Kecamatan Payung gruduk DPRD Karo menggelar aksi damai di halaman Kantor Bupati Karo, untuk menuntut hak mereka yang merasa terabaikan selama 8 tahun akibat dampak erupsi Gunung Sinabung Kamis (19/04/2018).

Aksi mereka diawali menggelar long march (berjalan kaki,red) dengan titik kumpul di Makam Pahlawan Kabanjahe. Selanjutnya mereka bergerak ke DPRD Karo dengan mengusung sejumlah spanduk dan poster yang bertuliskan di antaranya “Sejak Bencana Erupsi Gunung Sinabung Kami Selama Ini Diam. Walupan Kami Sengsara Akibat Pertanian Gagal Tanam “.

Di halaman gedung DPRD Karo, hanya dua orang masing-masing Jidin Ginting SH dan Raja Urung Mahesa Tarigan, keduanya Fraksi Demokrat dari 35 DPRD Karo yang hadir menerima ribuan warga Desa Batu Karang. Para warga sempat mengecam hanya dua anggota DPRD Karo yang hadir untuk menerima mereka.

“Mana para anggota DPRD Karo yang dipilih rakyat, kok hanya 2 anggota DPRD Karo. Kami ingin menyampaikan tuntutan aspirasi, karena selama ini desa kami terkena dampak Sinabung,”ucap para warga melalui pengeras suara (soun sistim).

Ismin Ginting,salah seorang juru bicara warga mengatakan ada 11 tuntutan warga agar diperhatikan dan dituntaskan para anggota DPRD Karo dan Pemkab Karo. Tuntutan itu masing-masiang soal subsidi pendidikan, bantuan pertanian, bantuan kesehatan, normalisasi irigasi secara rutin, bantuan perbaikan seng rumah warga yang rusak.

Selanjutnya, kata warga pembekalan bencana secara rutin, krisis air bersih, bantuan jatah hidup, bantuan gizi untuk lansia dan anak-anak, perbaikan infrastuktur jalan dan pemeriksaan kualitas air bersih akibat dampak erupsi Sinabung.

Jidin Ginting SH (Fraksi Demokrat) mengatakan para anggota DPRD Karo yang tidak hadir ada kegiatan agenda lain. Meski demikian, katanya kami yang hadir menerima warga segera kami sampaikan secara kelembagaan DPRD Karo dan Bupati Karo.

Atas penjelasan anggota DPRD Karo Jidin Ginting, ribuan warga sepakat agar para anggota DPRD Karo bersama-sama warga menjumpai Bupati Karo agar tuntutan mereka ditampung oleh pihak eksekutif.

Jidin Ginting dan Raja Urung Mahesa Tarigan bersama ribuan warga long march ke kantor Bupati Karo. Aksi mereka itu mendapat pengawalan ketat dari personil Polres Karo.

Mereka diterima Bupati Karo Terkelin Brahmana SH didampingi Wakil Cory S Sebayang, Sekda Terkelin Purba SH dan sejumlah para SKPD di lingkungan Pemkab Karo.

Derasnya hujan saat acara aksi damai ini tidak sedikitpun menjadi penghalang bagi Terkelin Berahmana,S.H untuk tetap bersama warga.Bupati Karo mengatakan pihaknya segera menanggapi segala tuntutan yang disampaikan masyarakat. “Persoalan ini segera dibawa Runggu (rapat musyawarah desa) antara pemerintah dengan warga di tingkat desa, Jumat (20/4/2018) untuk menuntaskan segala tuntuan dari masyarakat. Kita akan runggu, yang mana bisa dikerjakan oleh masyarakat, apa yang bisa dikerjakan oleh Pemkab Karo. Dan tentunya berkoordinasi dengan Provinsi hingga ke Pemerintah Pusat untuk menuntaskan segala persoalan yang ada ,”ungkapnya.

Karena itu, katanya, ia mengharapkan agar Kepala Desa dan perangkat Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pro aktif untuk menampung segala aspirasi dan tuntutan warga. “Kami tidak diskriminatif dalam penanganan pengungsi Sinabung terutama desa yang lain terkena dampak erupsi Sinabung,”ungkapnya.

Setelah aspirasi mereka diterima, ribuan warga membubarkan diri dengan tertib. Pulang dengan damai dengan mengendarai puluhan mini bus dan mobil truk. (Johni Sembiring)