Mahfud MD: Kecurangan Pilkada Terjadi Sejak Awal karena Tak Siap Kalah

Kecurangan Pilkada Terjadi Sejak Awal karena Tak Siap Kalah

Jakarta – Pilkada serentak di 269 daerah akan berlangsung beberapa hari lagi, tepatnya Rabu (9/12). Mantan Ketua MK Mahfud MD mengajak masyarakat ikut mengawal Pilkada agar tidak ada kecurangan.

“Berdasarkan pengalaman saya menjadi ketua MK, masyarakat umumnya tidak siap kalah. Karena hal itu, kecurangan terjadi sejak awal,” kata Mahfud MD dalam konferensi pers bersama gerakan nasional ‘Kepoin Pilkada Yuk’ di Picante Restaurant, Senayan, Jakarta, Jumat (4/12/2015).

Gerakan ini didukung oleh lebih dari 50 influencer lintas profesi seperti Ketua umum DPP PSI Grace Natali, sastrawan Goenawan Mohamad, aktor dan entrepreneur Christian Sugiono, dan banyak lagi.

Menurut Mahfud, pemilihan langsung memang lebih baik dari pada tidak langsung atau melalui DPRD. Tapi pada prosesnya, tetap saja Pilkada langsung juga punya kelemahan seperti kecurangan.

“Sekarang ini ada sekelompok orang yang sudah menyiapkan kotak dan surat suara yang sangat mirip dengan milik KPU, yang nantinya akan ditukar. Dan itu selalu jadi modus. Kita perlu kawal itu,” ujarnya.

Dia mencontohkan kasus Pilkada di Palembang yang menang 8 suara, tapi pada rekapitulasi akhir justru kalah 23 suara. Pasangan calon yang kalah jadi menang, tapi orangnya saat ini sudah dipenjara semua.

“Gimana mengawal hal itu? Awalnya saya pesimis, tapi dengan melakukan gerakan awal seperti ini bisa jadi Pilkada ini berjalan lebih baik,” terang Mahfud.

Gerakan ‘Kepoin Pilkada Yuk’ itu mengajak pemilih untuk ikut berpartisipasi dalam Pilkada, baik partisipasi untuk datang ke TPS maupun dalam hal pengawasan untuk Pilkada berkualitas.

“Banyak orang bicara soal Setya Novanto, tapi saya memilih untuk datang ke sini karena ini adalah aset. Mari semampu kita, kita kepoin (Pilkada). Kita akan terus kepo dan kepoin semua ini dengan sebaik-baiknya,” tegas Mahfud.

(bal/miq)

Sumber