Pj Walikota Minta Istana Raja Siantar Segera Ditata Kembali

PematangsiantarPenjabat Walikota Pematangsiantar Drs.Jumsadi Damanik SH,M.Hum meminta agar kawasan Istana Kerajaan Siantar segera ditata secara bertahap. Apalagi kawasan pusat pemerintahan tradisional yang menjadi cikal-bakal kota Pematangsiantar ini berpotensi sebagai objek wisata historis.
Letaknya yang strategis di inti kota di tepian Sungai Bah Bolon ditambah dengan bendungan, pembangkit listrik serta jembatan peninggalan Belanda, menambah hasrat orang untuk mengunjungi lokasi ini.

“Kita harus menata dan merawat kawasan bersejarah ini secara bertahap melalui koordinasi dengan pihak ahli waris kerajaan. Jangan dibiarkan tak terurus, dipenuhi sampah serta dijadikan lokasi berdagang yang menjadikan kondisinya semrautan,”ujar Walikota saat meninjau bendungan yang dibangun tahun 1922 ini, Kamis siang (7/1) bersama Kepala Dinas Tata Ruang Pemukiman (Tarukim) Drs.Lukas Barus, Kepala Satpol PP Julham Situmorang M.Si, Camat Siantar Selatan Hasudungan Hutajulu SH, Plt Kabag Humas Jalatua Hasugian dan Lurah Simalungun Minar Sinaga.

Pj Walikota banyak memberikan petunjuk dan arahan yang bisa dikerjakan dalam waktu cepat dengan merujuk sejumlah kota-kota yang memiliki kraton atau istana peninggalan raja-raja di masa lalu, seperti Kraton Yogyakarta dan Surakarta, Istana Maimun di Medan serta di kota-kota lainnya di Indonesia yang hingga kini masih terawat dengan baik.
Kita harus mewariskan nilai-nilai kesejarahan tentang Kerajaan Siantar yang terkenal dengan Rajanya Sang Naualuh Damanik. “Jika di Bengkalis saja mereka bisa menghormati Raja Sang Naualuh sebagai pemimpin dengan merawat makamnya, masa kita yang langsung berada di kota kelahirannya ini tak bisa berbuat apa-apa. Ini kan sangat memprihatinkan, apalagi jika orang Bengkalis berkunjung kemari, lantas melihat kondisi istana Raja Sang Naualuh seperti ini. Apa tak malu kita,”tandasnya seraya menunjuk aliran sungai yang dipenuhi sampah.

Pj Walikota meminta kepada Satpol PP, Camat Siantar Selatan dan Lurah Simalungun untuk segera menertibkan pedagang-pedagang di sekitar jalan masuk istana, serta segera melakukan penataan terhadap replika rumah bolon yang atapnya sudah ditumbuhi semak belukar dan taman yang terlantar di tepi Jalan Diponegoro.
“Bagaimana mungkin Raja Sang Naualuh akan dihargai negara ini dan dijadikan Pahlawan, jika merawat dan menata istana nya saja kita tidak mampu. Paling tidak kita mulai dari penataan jalan masuk dan taman ini dulu, setelah itu baru kita pikirkan menata kawasan istana di dalam sana,”ujarnya.

Penulis : HPS
Editor : Hendri Siadari