Kemenangan Terkelin Brahmana dan Cory Sebayang Disoal

Puluhan orang mengatasnamakan dari "Jambur Pergerakan Sienterem" Tanah Karo menggelar aksi demo menolak kemenangan Terkelin Brahmana dan Cory Sebayang di Pilkada Karo. Foto: Inforajawali|Johni Sembiring

Tanah Karo |  Johni Sembiring

Puluhan orang mengatasnamakan dari “Jambur Pergerakan Sienterem” Tanah Karo mendemo Kantor Panittia Pengawa Pemilihan (Panwaslih) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Jumat (05/02/2016). Massa meminta Panwaslih dan KPU Karo membatakan pelantikan bupati dan wakil bupati Karo terpilih dari pasangan nomor urut 6, Terkelin Brahmana dan Cory Sebayang.

Aksi demo pertama kali dilakukan di Kantor Panwaslih Karo. Di disi massa ditemui Ketua Panwaslih Karo, Ir Sukahati Sinuraya. Menanggapi permintaan massa, Sukahati Sinuraya, menyampaikan bahwa sudah menyurati KPU Karo. Selain itu pihaknya juga sudah meminta berkas-berkas pencalonan pasangan calon nomor 6, namun permintaan berkas tersebut belum diberikan KPU Karo.

Mendapat penjelasan sedemikian, massa melanjutkan aksinya ke Kantor KPU Karo dengan mendapat pengawalan ketat dari petugas keamanan. Sesampai di Kantor KPU Karo,massa terus berorasi meminta agar KPU Karo segera membatalkan penetapan pemenang dari pasangan calon nomor 6.

Orator massa, Sembiring didampingi Natanail Tarigan menyebut bahwa penetapan hasil Pilkada Karo sarat dengan pelanggaran.

Menanggapi aspirasi massa, Komisioner KPU Karo, Jesaya Pulungan SH didampingi Gemar Tarigan menemui para pendemo. Tetapi massa tetap ngotot agar dalam menjawab pertanyaan warga oleh Ketua KPU Karo, Benyamin Pinem. Namun menurut kedua komisioner tersebut Ketua KPU Karo tidak berada ditwmpat dalam rangka sesuatu urusan dinas.

Tak puas dengan penjelasan tersebut massa meringsek masuk ke ruang kerja Ketua KPU Karo. Namun berkat kesigapan petugas Polres Karo niat massa berhasil dihadang. Peristiwa itu sempat membuat terjadi aksi saling dorong antara petugas dengan massa.

Dalam aksinya massa menyampaikan sejumlah tuntutan yakni, pencalonan pasangan Terkelin Brahmana-Cory Sebayang tidak di tanda tangani Ketua umum DPP Partai Golkar dan atau keputusan pencalonan tidak diberi tanggal. Hal ini menurut demonstran melanggar Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Karo Bab IV angka 17 hurup b junto PKPU no.9 tahun 2015 pasal 38 ayat (2) huruf b.

Kedua, pengumuman KPU no.224/KPUKab/002.434738/VII/2015 bertanggal 04 agustus 2015 perihal Penelitian Syarat Calon, bahwa Paslon yang diusung oleh gabungan Partai Politik Partai Gerindra dan Partai Golongan Karya di beri waktu masa perbaikan pada tanggal 4-7 Agustus 2015. Tapi faktanya pasangan Paslon Nomor 6 melewati batas waktu yang ditentukan, dengan salah satu contoh penyerahan surat keterangan Lurah Sei Sriwati Sebayang adalah orang yang sama dengan Surjawati Sebayang,

Ketiga, bahwa akademi Kebidanan Kementrian Kesehatan Pematang Siantar berdiri tahun 1978, faktanya izajah Bidan atas nama Surjawati Sebajang yang dimajukan oleh Corry Sebayang di keluarkan pada tanggal 23 Desember 1971. “Ibu ini (Cory Sebayang) dianggap sudah lulus duluan sebelum gedung sekolah berdiri,” ujar massa.

Keempat, pasangan Calon Terkelin Brahmana SH dan Cory Sriwati Sebayang tidak layak ikut bertarung dalam pilkada 09 Desember 2015, hal ini berdasarkan ketentuan PKPU no 9 tahun 2015 Pasal 6 ayat (6)sampai dengan (8), dalam poin 6,7,8.

Usai menyampaikan aspirasinya, massa akhirnya meninggalkan Kantor KPU Kabupaten Karo.