Kaca Mobil Dipecahkan, Rp.100 juta Raib

photo DEO | Anggota Polsek Berastagi saat meminta keterngan korban.

TANAH KARO | Pengusaha Eksportir sayur mayur Rosmini br Barus (49) warga Desa Jalan Udara Berastagi, Kecamatan Berastagi kehilangan uang Rp.100 juta dan surat berharga yang ditaruh di jok depan mobilnya. Toyota Fortuner nopol BK 1022 SE yang diparkir di depan Klinik Nd Rina di Jalan Jamin Ginting Simpang Desa Rumah Berastagi sekira pukul 12:30 Wib, Senin (15-02-2016) kondisi kacanya pecah.
Uang itu baru diambil dari Bank Mandiri. Rencananya uang itu akan di transfer kepada seseorang teman bisnis korban. Awal kejadiannya, sekitar pukul 10:00 Wib Rosmini bersama suaminya Donald Sembiring (50) mengambil uang sebanyak Rp.300 juta dari Bank Mandiri. Selanjutnya mereka ke BRI untuk mentransfer uang kepada seseorang (rekan bisnis). Karena telepon seluler rekan bisnis tak diangkat, mereka kembali ke Bank Mandiri.
“Karena takut uang itu saya bawa-bawa, saya kembali ke Bank Mandiri untuk dimasukkan lagi ke rekeningku sebesar Rp.100 juta. Sisa uang Rp.200 juta, sayan transfer ke rekening rekan bisnis satunya lagi atas nama arman Munte sebesar Rp.70 juta dan Rp.70 juta serahkan ke notaris saya. Berarti sisa uang ditangan yang diambil dari Bank Rp.60 juta,” ujarnya.
Setelah dari situ, kata korban lagi, dirinya menuju Rumah Makan Feri untuk membeli nasi bungkus. Dari situ dia langsung menuju klinik Nd Rina tempat anak mantunya melahirkan.
“Hanya sebentar, saya menjenguk anak mantu yang lagi melahirkan. Sekitar 15-20 menit saya tinggalkan mobil dalam keadaan terkunci. Ketahuannya karena anak saya mau pergi kuliah, ketika itu dia melihat mobil saya kondisi kacanya sudah pecah. Sementara uang berikut surat berharga di dalam tas yang diletakkan di jok depan mobil sudah tak ada lagi,” lirihnya kepada anggota Polsekta Berastagi ketika mengolah TKP di halaman Klinik Nd Rina.
Yang mana uang yang raib tersebut berkisar Rp.100 juta. Karena sisa uang yang diambil dari Bank sebanyak Rp.60 juta ditambah uang pegangan ditasnya ada Rp.40 juta.
“Dari tadi saya sebenarnya sudah curiga, tadi saat mau beli nasi bungkus mobil saya sempat di pukul orang. Namun karena tak ada pikiran sampe kesitu, saya cuek aja. Sebab kupikir orang gila, dan mungkin dipukulnya mobil saya itu hanya untuk mengetes kalau bunyi alarmnya,”keluhnya.
Sementara di lokasi kejadian, warga setempat yang enggan menyebutkan namanya menduga korban sudah diikuti sejak keluar dari Bank. Dan korban tidak mewaspadai hal tersebut. Karena mobilnya sempat dipukul orang.
“Sepertinya pelaku mau coba jika di pegang mobilnya berbunyi alarm atau tidak. Ternyata ketika mobil dipukul alarm tidak berbunyi. Nah dari situ mereka sudah menguntitnya,” ujarnya.
Kanit Reskrim Posekta Berastagi Iptu Edi Budiman ketika dikonfirmasi di TKP mengatakan masih mendalami kasus ini. Modus ini bukan modus baru sehingga perlu diwaspadai juga oleh pemilik kendaraan yang menyimpan uang di dalam mobil.
“Kita akan melakukan pengembangan, dari warga sekitar kejadian. Meskipun di lokasi kejadian tepatnya di depan klinik tak ada orang (sepi) Kami akan segera melakukan pengembangan,”tegasnya mengakhiri.
Sementara korban didampingi suaminya langsung membuat laporan pengaduian resmi di polsekta Berastagi.

Penulis : DEO GINTING
Editor : HEN