Polres Karo “Bidik”Dugaan Korupsi di Dishub

TANAH KARO– Kasus dugaan korupsi milyaran rupiah di Dinas Perhubungan Kabupaten Karo akhirnya memasuki babak baru. Kepolisian Resort Tanah Karo juga disebut-sebut sudah melayangkan surat undangan klarifikasi terkait dugaan korupsi tersebut.
Namun sejauh ini, menurut sumber-sumber yang sangat layak dipercaya dari lingkungan Polres Tanah Karo yang mohon jati dirinya tidak dipublikasikan demi etika menyebutkan bahwa Kadishub Karo belum memenuhi undangan. Begitu juga permintaan berkas-berkas terkait proyek tersebut belum diserahkan kepenyedik Polres Tanah Karo untuk bahan penyelidikan.

Dengan bergulirnya kasus dugaan korupsi tersebut maka tidak tertutup kemungkinan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karo, Drs. Lesta Karo-Karo selaku pengguna anggaran ”dipindah rumahkan” penegak hukum alias menghuni hotel “PRODEO”.
Kapolres Tanah Karo, AKBP.Viktor Togi Tambunan,SH,ketika dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya Kamis (18-02-2016) membenarkan tentang adanya surat perintah penyelidikan.
“Benar,kita sudah membuat surat perintah penyelidikan kepada penyidik. Namun sejauh ini bagaimana perkembangan kasusnya belum bisa dirinci. Termasuk siapa tersangka dan bagaimana modus operandi . Laporan masyarakat tersebut sedang kita dalami. Besarnya kerugian keuangan Negara tergantung hasil penyelidikan,”jelas Tambunan.

Ditambahkan Tambunan, terkuaknya kasus dugaan korupsi tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat. Berdasarkan laporan masyarakat tersebut, kemudian pihak Kepolisian merasa perlu melakukan penyelidikan.
Pada tahun anggaran 2015 lalu Pemerintah Kabupaten Karo dalam hal ini Dinas Perhubungan Kabupaten Karo menganggarkan dana milyaran rupiah untuk proyek pengadaan pagar pengaman jalan ditampung pada APBD TA.2015, dan kembali dianggarkan P-APBD TA.2015.

Anggaran yang mencapai milyaran rupiah tersebut diduga penuh dengan rekayasa atau di mark-up untuk meraih keuntungan pribadi atau patut diduga untuk kelompok-kelompoknya. Namun semua tergantung dari hasil penyelidikan pihak penyidik dari Polres Tanah Karo.
Sejauhmana dan bagaimana modus operandi pembobolan APBD TA.2015 tersebut jurnalis merasa berkepentingan untuk mengikutinya. Termasuk juga dengan adanya issu-issu yang menyebutkan kasus tersebut akan diselesaikan adatnya secara musyawarah-mufakat . (Johni Sembiring)