Proyek Pembagunan Sumur Bor di SMUN 1 Berastagi Sarat KKN

TANAH KARO | Proyek pembangunan sumur bor di SMUN 1 Berastagi Jl.Jamin Ginting Kabupaten Karo, di duga sarat dengan KKN . Pasalnya Proyek yang memakan dana ratusan juta rupiah dan dikerjakan pada akhir 2015 itu saat ini kondisinya memprihatinkan.
Pembangunan Sumur Bor yang diperuntukan untuk kebutuhan ribuan siswa yang menuntut ilmu disekolah tersebut, tidak merasakan manfaat yang seutuhnya.

Terbukti, dengan beberapa peralatan atau pemasangan pipa sudah mengalami bocor dan terlihat disambung menggunakan karet. Belum lagi mesin pompa diduga juga tidak memenuhi syarat.
Air yang diharapkan untuk menyuplai ke seluruh kamar mandi/toilet tidak mencukupi. Memasuki pertengahan bulan Februari hingga saat ini pekerjaan, belum ada menunjukkan ciri-ciri pemeliharaan semenjak selesainya proyek.
Terkuaknya dugaan pengerjaan poroyek tersebut secara asal jadi ini, berawal dari pertanyaan kecil dari para siswa yang sama-sama duduk di kelas III, IPA 1 SMUN 1 Berastagi

“Mahal gak untuk membuat sumur bor itu ya,”tanyanya kepada temannya.
“Mahal lah, kan kau lihat bangunan sumur bor yang disekolah kita, kata tukangnya aja kemarin berbiaya ratusan juta,”jawab lagi temannya. “Kalau gitu, kenapa cepat bocor pipanya, kan bahannya tentu yang mahal,”tanyanya lagi

Ketika dikonfirmasi kepala sekolah Alberto Colia.MPd keberadaan pengadaan dan sumber dana sumur bor tersebut, dirinya menjawab, pengerjaan proyek tersebut tidak melibatkan dirinya. Bahkan penandatanganan serah terima pekerjaan pun belum pernah diketahuinya. bahkan dirinya mengaku kecewa dengan keadaan tersebut.

“ Bagi pihak sekolah, tidak mempermasalahkan sumber dana apa yang digunakan, baik itu dari DAK, DAU, Swakelola atau apa saja, yang penting jaringan air di lingkungan sekolahnya dapat teratasi” ujar Colia

Sementar itu, Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Abdi Muham yang dihubungi melalui seluler dan bahkan di sms tetap tidak ada balasan.( DEO GINTING)