PD-PAUS Komit Segera Bangun STA Sukadame Tahun 2016

BERITA SIANTAR | HEN

Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD-PAUS) Kota Pematangsiantar akan segera membangun kembali Sub Terminal Agribisnis (STA) di Terminal Sukadame, Kecamatan Siantar Utara yang sempat terhenti. Dasar hukumnya, Peraturan Daerah (Perda) No.1/2014 tentang PD-PAUS, dan Perda No.7/2014 tentang Penyertaan Modal Daerah ke PD-PAUS.
Guna merealisasikan program tersebut, Direktur Utama PD-PAUS, Herowin Sinaga,M.Si menggelar ekspose di hadapan Penjabat Walikota, Drs.Jumsadi Damanik, SH, M.Hum yang juga dihadiri pejabat-pejabat teras Pemko Pematangsiantar, Selasa siang (8/3) di Rumah Dinas Walikota Jalan MH Sitorus. Pj Walikota, mengapresiasi komitmen PD-PAUS untuk segera membangun STA, karena memang sangat dibutuhkan warga Pematangsiantar. PD-PAUS diharapkan bisa segera menumbuhkan sektor ekonomi baru khususnya bidang agribisnis.

Menurut Herowin, STA di Sukadame ini berpotensi menjadi pusat distribusi komoditas agribisnis baik skala besar maupun kecil, menciptakan lapangan pekerjaan dan pengusaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, mempermudah pembinaan mutu hasil agribisnis serta memperlancar kegiatan dan meningkatkan efisiensi pemasaran komoditas agribisnis.
“Selain itu, kehadiran STA juga meningkatkan keunggulan bersaing hasil-hasil agribisnis, mendorong berkembangnya pengolahan hasil pertanian berbasis potensi bahan lokal, terfasilitasinya pemasaran pelaku agribisnis yang saling menguntungkan serta membuka peluang kerjasama agribisnis secara regional, nasional dan internasional,”ujarnya dengan menggunakan tayangan pada slide.

Kondisi saat ini, lanjutnya, STA Pematangsiantar yang berlamat di Jalan TB Simatupang memiliki lahan seluas 13.248 m2 dengan jumlah pedagang pemilik kios 214 orang, pedagang distributor 300 orang dan pengecer lokal 600 orang. Produk yang diperjual belikan di sana saat ini adalah aneka sayur mayur.

Dalam pemaparannya, Herowin juga mengekspose kondisi fisik STA saat ini yang tak tertata dengan baik, pelataran yang tergenang air, penyalah gunaan balairong di siang hari, menjadi terminal bus bayangan, kios-kios tidak layak huni, pos jaga yang beralih fungsi, gerbang masuk STA yang berkubang, pedagang liar di dinding toilet, serta kondisi kios tumpang tindih dan berlapis.

Karena itulah, pihak PD PAUS sekarang tengah melakukan sosialisasi secara intensif kepada para pedagang setempat sekaligus juga melakukan pendataan pedagang. Tujuannya, agar masyarakat, khususnya pedagang mengetahui secara detail rencana pembangunan STA dengan konsep modern.

Sebelumnya, Herowin tak menampik pembangunan kios sempat terhenti akibat adanya sekelompok pedagang yang menolak pembangunan STA dengan alasan harga yang tidak terjangkau dan ukuran serta bentuk kios tidak sesuai dengan keinginan para pedagang. Para pedagang bahkan sempat melancarkan aksi protes dan melarang PD-PAUS melakukan pemagaran.

Begitupun pihak PD PAUS terus melakukan pendekatan dan diskusi kepada para pedagang. “Adapun keinginan para pedagang terhadap pembangunan STA adalah harga kios bisa Rp 50 juta, pembangunan dapat dilaksanakan tahun 2016 dan pembeli kios diutamakan pedagang lama STA,”papar Herowin. Pihaknya berharap, Pemko dan DPRD Pematangsiantar mendukung penuh program pembangunan dan operasional STA nantinya.