Polres Karo Masih Tunggu Audit BPK Sumut

Foto: google.com

Soal Kasus Dugaan Korupsi di PDAM Tirtya Malem

TANAH KARO| JOHNI SEMBIRING
Kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtya Malem Kabanjahe yang ditangani Polres Tanah Karo menimbulkan pertanyaan berbagai pihak karena diduga penangannya lamban. Pasalnya, kasus ini sudah dilaporkan sekitar Mei 2015 lalu, namun sampai saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Polres Karo sampai saat ini masih menunggu audit Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Sumatera Utara (BPK Sumut)

Kapolres Tanah Karo, AKBP Viktor Togi Tambunan SH, melalui Kasubbag Humas, AKP Marwan kepada inforajawali.com di ruang kerjanya, Rabu (16/03/2016), mengakui sampai hari ini belum ada  yang ditetapkan sebagai tersangka.

Marwan mengatakan, untuk sementara diperkirakan kerugian mencapai Rp4 milyar. Namun untuk lebih jelasnya Unit Tipikor sudah menyurati BPK Sumut.

“Unit Tipikor Polres Karo sudah melayangkan surat ke BPK untuk menentukan jumlah kerugian keuangan negara. Kita tinggal menunggu hasilnya,” tambahnya.

Marwan menambahkan, Polres Tanah Karo menyurati BPK Provinsi Sumatera Utara di Medan merupakan hasil koordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri Kabanjahe.

Sementara itu, menurut sumber Inforajawali.com dari lingkungan kantor Inspektorat (Bawasda) Pemerintah Kabupaten Karo yang mohon jatidirinya tidak dipublikasikan menyebutkan bahwa hasil audit khusus serah terima jabatan Direktur Utama PDAM Tirta Malem Kabanjahe sudah diserahkan ke Unit Tipikor Polres Tanah Karo. Bahkan juga auditur sudah beberapa kali memberikan keterangan di Polres Karo unit Tipikor.

“Hasil audit Inspektorat Kabupaten Karo, sudah kita sampaikan ke Polres Tanah Karo. Tinggal pihak Polreslah yang menentukan sikap apakah hasil audit itu layak ditindak lanjuti atau tidak, itu tergantung penyidik,”sebut sumber Rabu (16/03/2016) sekira pukul 11.24 WIB.