Sst..,Kejari Kabanjahe Bentuk Tim Kasus Penyelewengan ADD

TANAH KARO| JOHNI SEMBIRING
Kejaksaan Negeri (Kejari) kabanjahe telah membentuk empat tim penyelidik untuk mempercepat tahap penyelidikan kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) se-Kecamatan Merdeka-Karo pada tahun anggaran 2015 lalu.

Selain membentuk tim, Kejari Kabanjahe memintai keterangan Pejabat sementara Kepala Desa se-Kecamatan Merdeka-Karo.

“Benar, kita sudah memintai keterangan pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa se Kecamatan Merdeka-Karo. Untuk mempercepat tahap penyelidikan kasus dugaan korupsi tersebut Kejaksaan Negeri Kabanjahe telah membentuk empat tim penyelidik,” tutur R Simanjuntak, SH, salah satu tim penyelidik mewakili Kepala Kejari Kabanjahe, I Dewa Gede Wira Jana SH, MH  kepada inforajawali.com di ruang kerjanya, Selasa (15/03/2016).

R Simanjuntak mengatakan, semua yang sudah memberikan keterangan merupakan PNS yang selama ini menjabat Sekretaris Desa, tetapi karena jabatan Kades sudah berakhir maka yang melaksanakan tugas Kades adalah Sekdes.

Adapun Pjs Kades yang sudah dimintai keterangan sebut R Simanjuntak, yakni  OS (Pjs Kades Merdeka), L Br Gt (Pjs Kades Cinta Rayat), W.S (Pjs Kades Gongsol), B.T (Pjs Kades Semangat), H.T (Pjs Kades Jaranguda), S.S (Pjs Kades Ujung Teran), Ng.S (Pjs Kades Deram), N.Br.Gt (Pjs Kades Semangat Gunung) dan F.K (Pjs Kades Sadaperarih).

Sejauh ini Simanjuntak belum mau berspekulasi tentang jumlah kerugian keuangan Negara.

“Berdasarkan perkiraan kami sementara kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta. Namun untuk jelasnya kita menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan hasil audit dari ahli yang diakui,” jelasnya.

Menurut R Simanjuntak, apabila nantinya dalam tahap penyelidikan ada ditemukan kerugian keuangan negara maka kasusnya akan dinaikkan ketahap penyidikan.

“Apabila pada tahap penyelidikan ada ditemukan perbuatan melanggar hukumj maka kasusnya akan ditingkatkan ketahap penyidikan,” ujarnya.

R Simanjuntak meminta kalangan media untuk bersabar karena kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

“Kami belum bias memberikan keterangan. Tiba saatnya kan kami beberkan sejelas-jelasnya kepada rekan-rekan,” kilahnya.