Jarang Masuk Dinas Anggota Polres Karo Dipecat

ILLUSTRASI (inforajawali)

BERITA TANAH KARO | DEO GINTINGS

Seorang anggota polisi dari Polres Tanah Karo,Bripka WS Sihombing diberhentikan secara tidak hormat dari kesatuanya,Senin (28-03-2916). Pemecatan dilakukan karena yang bersangkutan melangar kode etik kepolisian dan jarang masuk kerja.

Upacara pemecatan dilaksanakan dihalaman Mapolres karo,Jalan Veteran Kabanjahe sekira pukul 08.00 Wib, tanpa dihadiri Bripka WS Sihombing.

Kapolres Karo AKBP Victor Togi Tambunan, SH,SiK selaku inspectur upacara membacakan surat keputusan Kepolisian Daerah Sumatera Utara Nomor/110/II/2016 tentang pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) kepada Bripka WS Sihombing dari kesatuanya. Pemecatan dilakukan karena yang bersangkutan telah melakukan pelangaran disiplin, kode etik kepolisian dan sudah tidak masuk kerja selama 30 hari masa kerja.

Diingatkan AKBP Victor kepada seluruh angota kepolisian yang bertugas di Polres Karo agar, melaksanakan tugas sebaik mungkin dan menjauhi narkoba serta tindakan-tindakan yang melangar hukum. “Kita sebagai anggota Polri harus menunjukkan sikap baik terhadap masyarakat, kita pantas menjadi contoh ditengah-tengah masyarakat “tegas Tambunan kepada anggotanya saat upacara.

Lebih lanjut disampaikanya, sebaiknya upacara pemecatan seperti saat ini tidak perlu terjadi, namun, hal tersebut bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua perajurit, “ Jangan ada lagi upacara pemecatan seperti ini dan kasihan lah sama keluarga,” harap Kapolres.

Seusai upacara berlangsung,selanjutnya Polres Karo bekerja sama dengan pihak BNN Karo melaksanakan pemeriksaan urine masaing-masing anggota polres. Pemeriksaan berlangsung di aula Pur-pur sage di Mapolres Karo ,dan sebanyak 99 orang personil sudah diambil urinenya untuk dites.

Kapolres Karo AKBP Victor T Tambunan kepada wartawan mengatakan, bahwa adanya pemeriksaan urine terhadap anggota untuk mengetahui apakah sudah terkontaminasi narkoba atau belum.
“Pemeriksaan itu tetap berlanjut .dan hari ini sudah ada 99 orang anggota yang sudah di periksa urinenya,dan hasilnya belum kita ketahui karena belum ada laporan dari pihak BNN Karo.Jika ada anggota yang terindikasi menggunakan narkoba,maka diberikan tindakan sesuai dengan peraturan, kita tidak main-main dan tidak pilih bulu kepada anggota jika sudah menggunakan narkoba ” tegas Tambunan.