Penjual Tuak Nekat Buka Ladang Ganja di Tobasa

Tersangka pemilik ladang ganja, Sahat Samosir (SS) bersama Kaplores Tobasa AKBP Jidin Siagian dan Kabag Ops. Kompol Edi B. Sinaga di Mapolres Tobasa. FOTO: ERNA PANE

BALIGE | ERNA PANE
Entah apa yang merasuki pikiran Sahat Samosir. Pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjual tuak ini, nekat membuat ladang ganja Desa Simarmar, di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Tak pelak dia pun harus mendekam di tahanan Polres Tobasa.   

Landang ganja tersebut ditemukan personel Polres Tobasa, Senin (11/4/2016), berawal dari laporan warga yang resah akibat perbuatan Sahat Samosir. Ganja tersebut ditemukan Polisi di dua lokasi. Dari salah satu ladang ditemukan 40 batang tanaman ganja setinggi rata-rata 160 cm siap panen. Sementara di lokasi lainnya ditemukan tanaman ganja setinggi 20 cm, yang kelihatannya baru ditanam, dan beberapa bibit pohon siap tanam  dalam polybag.

Sesaat setelah kedua ladang itu ditemukan, Kapolres Tobasa AKBP Jidin Siagian bersama jajarannya langsung menuju ke lokasi. Tanaman ganja yang sebagian sudah siap panen, Sore itu juga dicabut dan dibawa ke Mapolres untuk dijadikan barang bukti.

Menurut pengakuan Sahat Samosir, sebelumnya dia telah pernah memanen ganja dari lahan tersebut, sebanyak dua kali.

Jidin Siagian mengapresiasi kerjasama anggota masyarakat dalam membongkar kasus narkoba ini.

“Ladang ganja ini bisa ditemukan berkat kerjasama dari warga, dan tentunya upaya gigih dari personil Polres sendiri. Selama ini anggota saya sudah bekerja keras untuk mencari tahu kebenaran dari informasi ladang ganja ini. Puji Tuhan akhirnya lokasi ladang ganja pun bisa ditemukan. Saya berharap narkoba bisa kita berantas dari bumi Tobasa, agar warga Tobasa bisa sehat, terutama bagi generasi muda kita, dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan” ujarnya.

AKBP Jidin Siagian menyebutkan dalam kasus ini bisa diterapkan pasal 111 (1) UU No. 35 Tahun 1999 Tentang Narkotika.

“Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp 800 juta rupiah dan paling banyak Rp8 miliar,“ paparnya.

“Kasus temuan lahan ladang ganja ini belum selesai hingga disini. Polres Tobasa masih meningkatkan pencarian siapa-siapa saja yang terlibat dalam kasus ini, karena hal ini sudah sangat meresahkan dan berbahaya, terutama bagi generasi muda. Saya berharap kerjasama dari seluruh warga, karena tidak cukup hanya pihak Polres memberantas narkoba ini. Kami selalu siap 24 jam menerima informasi dari warga, ini nomor pribadi saya 082362518899. Itulah bukti keseriusan saya memberantas narkoba di Kabupaten Tobasa,“ tambahnya mengakhiri.