Bekas Pusat Kerajaan Siantar Di Pamatang akan dicanangkan sebagai kawasan Heritage

BERITA SIANTAR – INFO RAJAWALI

Pj Walikota, “Eks Pusat Kerajaan Siantar Akan Jadi Heritage”

Bekas pusat Kerajaan Siantar di Pamatang akan dicanangkan sebagai kawasan heritage dalam rangka pelestarian sejarah. Pada sisi lain, juga bisa menjadi objek wisata historis sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda.

Selain itu, komitmen pembangunan Tugu Raja Sang Naualuh juga akan ditegaskan lagi, antara pihak pewaris kerajaan dengan Pemko dan DPRD Pematangsiantar.

“Dengan demikian pembangunannya bisa segera terealisasi secepatnya dengan pendanaan dari APBD sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Komitmen merealisasikan Tugu Sang Naualuh dan pencanangan Pamatang sebagai kawasan heritage akan kita laksanakan pada saat perayaan Hari Jadi Kota Pematangsiantar Ke 145 ini,”ujar Penjabat Walikota, Drs.Jumsadi Damanik,SH,M.Hum saat memimpin Rapat Panitia Hari Jadi, Senin sore (18/4) di Rumah Dinasnya Jl.MH.Sitorus.

Selain itu, usai Sidang Paripurna Istimewa DPRD, dan ziarah ke makam Raja Siantar di Pamatang pada Senin 25 April mendatang, akan dilanjutkan dengan karnaval kendaraan hias dan juga peletakan batu pertama Tugu Becak Siantar di Kompleks Lapangan Parkir Pariwisata. Sedangkan untuk hiburan rakyat, festival becak serta penyerahan hadiah berbagai jenis perlombaan akan dilakukan Sabtu 23 April sore hingga malam harinya di Lapangan H.Adam Malik.

Dalam rapat kali ini, hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pematangsiantar, yakni Kajari M.Masril, M.Hum, Ketua Pengadilan Pesta Partogi Sitorus, M.Hum, Dandim diwakili Kasdim Mayor Adi Sutrisno, Kapolres diwakili Kabag Ops Kompol Faidil serta unsur perwakilan Ihutan Bolon Damanik, Taman Hewan, dan Perkumpulan Becak.
Selebihnya adalah unsur pejabat Pemko Pematangsiantar dibawah koordinasi Ketua Panitia Drs.M.Akhir Harahap (Asisten II) Dra. Fatimah Siregar (Kadis Pemuda Olahraga Kebudayaan Pariwisata) yang memandu pembahasan rangkaian kegiatan secara teknis usai pembukaan oleh Pj Walikota.
Dalam rapat tersebut, juga dibahas hal-hal teknis lainnya terutama tata urutan setiap kegiatan, waktu, tempat serta bentuk kegiatan masing-masing. Urusan pakaian peserta Sidang Paripurna dan Ziarah juga ditegaskan harus mengenakan pakaian adat Simalungun. Teknis ziarah juga dikonsultasikan dengan pihak keluarga pewaris kerajaan serta lembaga pemangku adat Simalungun.