Kasus Hiskia Tewas Diduga Dianiaya Polisi Harus Diusut!

Ilustrasi

TANAH KARO| DEO GINTING
Keluarga dan rekan kerja Hiskia Perangi-angin (25),  meminta Polisi mengusut kasus tewasnya Mandor Sinabung Jaya Raya  itu karena  diduga akibat dianiaya oknum Polisi personel Sat Sabhara Polres Tanah Karo di halaman Terminal Terpadu, Jalan Veteran, Kabanjahe, pada Selasa (05/04/2016) sekira pukul 23.00 WIB lalu.

Pasalnya, sebelum meninggal dunia, korban kepada keluarga mengaku dikroyok oknum petugas Sat Sabhara Polres Tanah Karo yang sedang melakukan patroli ketika itu.

“Kata abang saya itu (korban), waktu di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi-Karo bahwa badannya habis diupukuli polisi dari Sabhara Polres Karo sebanyak empat orang yang menangkapnya saat main judi tuo diterminal Kabanjahe. Abang saya juga mengenali petugas yang melakukan penganiayaan namun dia tidak tau namanya,” beber Indriyani, adik kandung korban di sela-sela acara adat penguburan Hiskia Perangi-angin (25), di Jambur Desa Rumah Kabanjahe, Selasa (19/04/2016).

Permintaan serupa juga disampaikan Perwakilan PT Sinabung Jaya Raya, Paulus Karo Sekali. Paulus Karo Sekalisanggat menyesalkan perlakuan petugas yang menganiaya anggotanya.

“Malam itu Selasa (05-04-2016) sekira pukul 23.00 Wib beberapa orang dari pihak Polres Tanah Karo, datang ke terminal Kabanjahe. Pada saat itu petugas  melihat ada orang main judi. Melihat kehadiran petugas maka sebagian dari mereka melarikan diri. Sebagian ditangkap salah satu anggota saya. Angota saya melakukan pelarian tidak sanggup, dari situ orang itu memborgol tangan anggota saya sekaligus melakukan pengeroyokan. Dia minta tolong pada orang itu, orang itu tidak mau. Oknum yang melakukan pengeroyokan berpakaian dinas  Polisi lengkap. Namun saya tidak tau siapa namanya, pokonya dari unit Sabhara, “ beber Paulus Karo Sekali.

Ditambahkan Paulus, pihaknya maupun harapan seluruh keluarga kasus meningalnya Heskia Matius Perangin-angin agar dapat diusut tuntas. Pelakunya juga dihukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Kita beserta dengan seluruh keluarga sangat mengharapkan pihak Polres Tanah Karo mengusut tuntas dan mengungkap bagaimana dan siapa pelaku penganiyayan jyang sesungguhnya. Mohon hukum dijadikan panglima di negeri ini,” harapnya.