Tower Fiber Berdiri, Warga Jalan Marasi Resah

Pengusaha Tower Siantar Ngaku Kantongi Izin Dari Jokowi Dan Kementrian Informasi Dan Komunikasi

BERITA SIANTAR | INFO RAJAWALI

Warga Minta Tower Dibongkar

Camat, RT Kelurahaan Naga Pita Tak Mengetahui

Puluhan masyarakat Jalan Marasi Gang Rukun Kelurahaan Naga Pita Kecamatan Siantar Martoba, mengaku resah berdirinya tower fiber setinggi kurang lebih 60 meter.

Parahnya, berdirinya tower fiber tersebut, tidak diketahui RT dan Camat Kelurahaan Naga Pita Kecamatan Siantar Martoba, dan warga minta tower tersebut dibongkar.

” Sungguh keterlaluan pihak perusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi mendirikan tower fiber hingga lebih kurang 60 meter, tanpa ada izin dari kepala lorong dan masyarakat sekitar,” Ujar F Purba (45) salah seorang warga Jalan Marasi Kelurahaan Naga Pita Kecamatan Siantar Martoba, yang ditemui dilokasi, Senin (9/5/2016) sekira pukul 21.00 WIB.

Menurut Purba, pihak perusahaan sudah tidak menghargai warga sekitar, karena sudah secara semena-mena dan suka-suka dalam membangun tower fiber tersebut. Manakala, perusahaan menganggap bahwa penghuni Jalan Marasi Kelurahaan Naga Pita Kecamatan Siantar Martoba, tak mengetahui apa nantinya yang diakibatkan dan dampak dari pembangunan tower tersebut.

” Maka pihak perusahaan harus bertanggung jawab, dalam hal pembangunan tower yang sudah menyalahi aturan yang berlaku. Misalnya, pihak perusahaan tak meminta izin dari warga masyarakat Jalan Marasi sekitarnya yang berpenghuni 100 KK. Ini sudah menjadi masalah, dengan seluruh masyarakat minta dibongkar,” kata Purba sembari menambahkan jika tidak dibongkar, masyarakat akan melaporkanya kepada pihak yang berwajib. Jangan nantinya ada korban akibat radiasi yang ditimbulkan oleh radiasi tower tersebut.

Sementara dari RT 02/02 Jalan Marasi Kelurahaan Naga Pita Kecamatan Siantar Martoba, Sahat Purba, saat dikonfirmasi mengatakan tidak mengetahui ada pembangunan tower Fiber yang ada di gang Rukun tersebut.

” Saya tidak mengetahui pembangunan tower Fiber tersebut, dan saya baru mengetahui setelah diberitahu oleh warga bahwa tower sudah berdiri. Hingga sekarang belum pernah pihak perusahaan datang memberitahukan pembagunan tower tersebut,” kata Sahat

Menurut Sahat, keresahaan masyarakat akibat berdirinya tower Fiber sudah semakin menjadi-jadi. Karena dari dampak yang diakibatkan dari pembangunan tower dipastikan menganggu kesehatan kepada warga.

” Saya selaku RT, atas permintaan warga, akibat dan dampak tower tersebut. Warga memohon untuk pembangunan tower Fiber yang sudah berdiri dibongkar segera,” tegasnya

Camat Siantar Martoba Rapidin Saragih, melalui selulernya, mengatakan tidak mengetahui pembangunan tower tersebut.

” Hingga hari ini, saya tidak mengetahui pembangunan tower tersebut, besok bersama Lurah akan kami cek kebenarannya,” kata Camat

Penulis : Halomoan Purba