Indonesia Mendorong Pertumbuhan 200 Startup Setiap Tahun

google.com

JAKARTA| COK
Pemerintah  Indonesia sedang mendorong tumbuhnya 200 startup setiap tahun. “Indonesia merupakan salah satu negara yang fokus pada perkembangan ekonomi digital dengan mendorong hadirnya startup dengan safe capital dan fund hingga tahun 2019,” jelas Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara yang menguraikan presentasinya pada Seminar Hackaton dengan tema Masa Depan Media Digital, di Jakarta, Minggu (15/05/2016).

Menkominfo yang menguraikan presentasi yang berjudul “Indonesia : The Digital Energy of Asia”, mengatakan, bahwa apabila berbicara mengenai nilai ekonomi ke depan salah satunya adalah e-commerce. Menkominfo mencontohkan perkembangan e-commerce dunia yang dalam tiga dekade berkembang secara pesat.

“Amerika yang value e-commercenya 2014 baru US$ 305 miliar jika dibanding China yang sudah mencapai nilai melebihi AS dan telah mencapai US$ 430 dalam delapan tahun. Sementara Indoenesia harus terus posisikan di dunia agar  juga bisa merupakan salah satu pemain yang terbesar di regional,” tandas Rudiantara.

“Bagaimana Pemerintah mendorong perkembangan ekonomi digital khususnya  e-commerce yaitu dimulai dari UKM, dimana 50% ekonomi Indonesia berasal dari UKM, dengan melihat kasus trasportasi online, yang bukan sekedar masalah teknologi akan tetapi  bila kendaraan roda empat  adalah milik mereka sendiri bisa diperlakukan secara UKM yang nantinya secara eligible bisa mendapatkan KUR.

Selanjutnya, hal kedua menurut Menkominfo bahwa Pemerintah menyiapkan Road Map E-commerce. Ini merupakan kerja bersama antara delapan kementerian beserta industri, para pemain dan juga IDEA yang setahun lalu dikerjakan.

“Ada tujuh meja issues yang harus di address dalam memajukan e-commerce yang pertama adalah masalah Funding, dimana ada 30 insisiatif dalam hal Funding sampai pertengahan 2017 yang harus diselesaikan, salah satunya adalah KUR,” tandas Rudiantara.

Hal kedua yang harus diperhatikan dalam memajukan e-commerce menurut Menkominfo adalah Pajak (taxation). “Contoh Ppn bagi e-commmerce pada Makertplace, final 0,1% secara sederhana. Kemudian, adalah Customer Protection dan Proses Perijinan. Pemerintah akan memfasilitasi agar ada kemudahan pada perijinan dimana startup tidak perlu untuk minta ijin hanya regitrasi saja. Namun setelah beroperasi secara komersil akan diberikan akreitasi,” jelas Menkominfo.

Faktor lainnya dalam kemajuan bagi E-commerce adalah Syber Security dan Logistic dimana Logistics merupakan faktor ineffisiency terbesar di Indonesia. Menkominfo mencontohkan bahwa bersama dengan Menteri BUMN meminta pertimbangan Presiden untuk mereposisi PT Pos agar dimasukkan dalam ekosistem dari e-commerce.

“Yang akhir namun juga penting adalah Education Human Resources dimana Indonesia masih membutuhkan talen hackarton yang lebih banyak lagi, karena pemain e-commerce yang besar sekarang masih menggunakan outsourcing dari luar. Pemerintah juga memasukkan Program Coding dalam kurikulum SMK mulai 2016 dan 2017, tegas Menkominfo.

Pada akhhir sambutan Menkominfo memberikan apresiasi kepada TEMPO Grup dan Microsoft yang telah menyelanggarakan acara semacam ini.

Meetup Hackerton 2016 merupakan upaya kerjasama Kementerian Kominfo, TEMPO dan Microsoft. Hadir pada kesempatan acara ini Pejabat Kementerian Kominfo Direktur E-Business Azhar Hasyim, Pejabat Mikrosoft Indonesia Anthonius Hendrikus dan Wartawan Senior TEMPO, Bambang Harymurti.

Para calon hakckerton diseleksi dalam Kategori Big Data, Busines Model, Multimedia, Public Goods, Breaking News, Social Media, Crowdsourcing, dan User Experience. Acara diselenggarakan di Ruang Auditorium Lt. 8 Kementerian Kominfo. (RelKominfo)