Warga Marasi Tetap Komit Tower Dibongkar

Tolak Keberadaan Tower Tanpa Izin

SIANTAR | INFO RAJAWALI | MAN

Puluhan warga mendesak tower yang berdiri tanpa ada izin dari warga dan RT, tetap komit mendesak tower dibongkar.

Sabtu (14/5/2016), sekira pukul 20.00 WIB, rembuk warga Jalan Marasi Kelurahaan Naga Pita Kecamatan Siantar Martoba, dilaksanakan satu rumah warga, gang Rukun Marasi I.

Pertemuaan warga yang dihadiri, RT Sahat Purba dan warga Marasi serta bermarga Sinaga selaku pemilik rumah dan pihak pengusaha bermarga Pangabean.

Amatan kru, rembukan warga, tidak membuahkan hasil, karena pihak pengusaha bermarga Pangabean yang memakai baju hitam bertulisan Telkom, tidak memberikan penjelasan yang jelas terkait berdirinya tower yang tak jelas peruntukannya.

” Saya selaku warga, tidak setuju dengan berdirinya tower. Tampa ada sosialisasi terlebih dahulu, dari warga sekitar,” kata M Purba (36) salah satu warga Jalan Marasi.

Purba juga bertanya kepada pihak pengusaha, apa sebetulnya nama tower yang berdiri, bergerak dibidang apa?, dan kapan didirikan. Apa dampak yang diakibatkan?

Setelah memberikan pertanyaan, kepada pihak pengelola dari tower, bermarga Pangabean. Tidak memberikan penjelasan dengan baik kepada warga.

Sontak beberapa warga keluar dari dalam ruangan bertanda tidak setuju, beberapa menit kemudian RT bersama warga yang masih didalam ruangan keluar dan tetap komit bahwa tower yang didirikan dibongkar.

Sementara RT Kelurahaan Naga Pita Kecamatan Siantar Martoba, Sahat Purba saat dimintai keterangan bilang, semua keputusan dari warga, kalau warga tidak setuju maka secara sendirinya RT juga tidak bisa mengambil suatu kesimpulan.

” Saya diminta salah satu warga untuk tanda tangani, berkas yang dibawa oleh pihak pendiri tower. Saya tidak mau, karena ada warga, yang tidak setuju,” kata Purba

Salah satu ibu rumah tangga, dengan nada keras mengatakan bahwa pihak pendiri terlampau egois, karena tidak memberikan penjelasan sejelas-jelasnya terkait pertanyaan warga.

Penulis Manson Halomoan Purba