Anggota Komisi III DPRD Kota Pematangsiantar, Frengki Boy Saragih Berikan Apresiasi Kepada Pengusaha Kok Tong

" Kalau ada 100 orang seperti pengusaha Koktung, Pemerintah Tak Perlu lagi Hambur-hamburkan Angaran. Bangun trotoar," kata Frengki Boy Saragih selaku anggota DPRD Siantar

SIANTAR | inforajawali.com

Kedai kopi Koktong yang berada di Jalan Cipto Kelurahan Siantar Barat, yang beberapa Minggu lalu, telah dibongkar Pemerintah kota Pematangsiantar, yang sudah dinyatakan langgar Peraturan Daerah (Perda). Telah dibangun kembali oleh pengusaha kedai koktung, tanpa ada koordinasi dengan pihak penegak Perda dan Pemerintah Kota Siantar.

Akibatnya, anggota komisi III DPRD kota Pematangsiantar, Frengki Boy Saragih, angkat bicara dan memberikan aplus kepada pihak pengusaha koktung.

” Bila ada seratus orang, seperti pengusaha Kok Tong tersebut, Pemko Siantar tidak perlu lagi menghamburkan-hamburkan APBD dalam membangun saluran drainase yang akan dijadikan trotoar,” kata anggota komisi III kota Pematangsiantar, Frengki Boy Saragih. kepada beberapa wartawan, Minggu (5/6/2016).

Dikatakan Anggota DPRD Siantar Frengki Boy Saragih lagi, sangat mengapresiasi pengusaha Kok Tong Jalan Cipto yang membangun jalur trotoar dengan menggunakan uang sendiri pasca dibongkar paksa oleh Satpol PP beberapa hari lalu. Tindakan pengusaha Kok Tong ini, layak dipuji dan diberikan penghargaan.

“Oh tindakan Kok Tong itu bagus sekali, kita patut dukung, jadi tidak susah payah Pemko keluarin APBD untuk membangun trotoar,”

Lanjut Dia, dengan selesainya pengusaha Kok Tong menutup saluran drainase yang sempat dibongkar tersebut, ada baiknya dengan ketulusan sangat dalam, pemilik Kok Tong menyerahkan secara sukarela.

“Ada baiknya lah, pengusaha Kok Tong menghibahkan apa yang dibangunnya. Dinas Bina Marga dan Pengairan secara perlu membuat format hibah. Sehingga jalur trotoar bertambah di Kota Pematangsiantar dan bukan digunakan untuk tempat duduk-duduk pelanggan Kok Tong sendiri,” Kata Frengki.

Selain itu, Ucap Frengki, dengan format hibah tersebut, untuk memperjelas agar tidak ada manipulasi kedepannya.

“Biar ada bukti, bahwa Kok Tong Jalan Cipto yang membangun jalur trotoar tersebut dan bukan menggunakan dana APBD,”katanya.

Frengki juga menambahkan, dirinya tetap mengapresiasi pengusaha Kok Tong yang membangun jalur trotoar itu meski terkesan asal jadi.

“Saluran drainase yang ditutup itu, tidak berkotak-kotak. Terkesan membangunnya suka-suka. Sehingga, menyulitkan dalam mengangkut endapan sedimen beberapa tahun kedepan,”ketus Frengki.

Sementara Kakan Satpol Julham Situmorang saat dikonfirmasi mengaku akan terjun ke lapangan meninjau bangunan yang sempat dibongkar tersebut.

“Kita akan tinjau, bangunan yang dibongkar itu adalah jalur trotoar bukan tempat duduk-duduk,”jawab Julham dari seberang telepon.

Penulis Manson Purba