SERDA POLTAK S DAMPINGI PENYEMPROTAN HAMA DENGAN SERENTAK

Info Rajawali | Langkat

Danramil 02/Selesai Kapten Inf Kasta Ginting mengungkapkan Penyemprotan pada tanaman padi merupakan kegiatan dalam budidaya tanaman padi yang bertujuan untuk memberikan asupan unsur hara mikro dan untuk mengendalikan hama dan penyakit. Unsur hara mikro diberikan melalui penyemprotan dengan pupuk daun, dan penyemprotan pestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit. Seperti halnya penyemprotan yang dilakukan pada jenis tanaman lainnya, pestisida untuk tanaman padi juga bermacam-macam, yaitu insektisida, fungisida, bakterisida, moluskisida dan pupuk daun. Masing-masing dari beberapa jenis pestisida tersebut memiliki peran dan fungsi yang berbeda. Menggunakan pestisida yang sesuai dengan jenis OPT (organisme pengganggu tanaman) adalah salah satu faktor pendukung suksesnya berbudidaya tanaman padi.

Pada tanaman padi penyemprotan harus dilakukan dengan tepat dan benar, agar hasil produksi bisa maksimal. Sebab teknik penyemprotan, pestisida yang digunakan dan dosis penyemprotan memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan budidaya tanaman padi. Berbeda dengan jenis tanaman budidaya lainnya, pada tanaman padi ada masa dimana “tanaman padi sama sekali tidak boleh disemprot”. Jika pada masa tersebut penyemprotan tetap dilakukan, boleh jadi hasil produksi padi tidak maksimal. Beberapa teknik penyemprotan tanaman padi berikut ini berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas hasil produksi gabah. Kapan tanaman padi harus disemprot? dan kapan tanaman padi tidak boleh disemprot?

Disamping itu Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 02/Selesai Serda Poltak S. bersama sama dengan PPL Bapak Muslim serta ketua PPL Ibu Rosnani melaksanakan pendampingan terhadap anggota Kelompok Tani Sekar Bapak Juradi yang diketuai oleh Bapak Matanira untuk melaksanakan pendampingan penyemprotan serentak dengan menggunakan racun hama Gelido, Lexplor, Adense dan Benlok untuk jenis tanaman padi jenis Ceherang yang terletak di Desa Padang Cermin Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat dengan luas lahan 2,5 Hektare, Kamis (16/02/2017).

Serda Poltak S. mengatakan menyemprot adalah kegiatan dalam budidaya tanaman yang bertujuan untuk mengendalikan hama dan penyakit yang mengganggu tanaman. Sekilas memang sepele dan siapapun bisa melakukannya. Prosesnya tidaklah rumit, hanya diawali dengan mencampur pestisida dan air dengan dosis tertentu, dimasukkan kedalam tanki sprayer kemudian disemprotkan ke tanaman padi. Tetapi kenyataannya tidaklah semudah itu, jika tidak tepat dalam melakukan penyemprotan bisa berakibat fatal.(Red)