JABBAR ALI PANGGABEAN ANAK LANGKAT MILIKI SEGUDANG PRESTASI

JABBAR ALI : "KETERBATASAN BUKAN JADI PENGHALANG."

MEDAN |

Terpilih sebagai Finalis Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Tingkat Nasional bukanlah hal yang sangat mudah.
Perlu usaha dan kerja keras luar biasa, serta doa yang tiada henti dalam setiap kegigihan berjuang.
Siapa sangka, Mawapres Universitas Sumatera Utara 2016 ini dulunya pernah mengalami kegagalan ketika hendak masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Beruntungnya, ia mendapatkan beasiswa sertifikasi dalam bidang mesin.

Hal ini sempat membuat mimpinya tidak berwarna. Namun, pria asal Kabupaten Langkat ini berhasil mewarnai mimpinya lagi. Pada tahun 2012, ia mengikuti kembali seleksi masuk perguruan tinggi dan ia dinyatakan lulus di Jurusan Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara.

Ya, dialah Jabbar Ali Panggabean. Ia merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer Angkatan 2012 di Universitas Sumatera Utara (USU). Berhasil menyandang penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Fakultas Teknik Informatika dan Ilmu Komputer, pun menghantarkan Jabbar pada seleksi Mawapres USU. Pemuda batak kelahiran tanah melayu Pangkalan Brandan Langkat Sumatera Utara tepat 23 tahun silam ini, merupakan anak sulung dari pasangan almarhum Arben Panggabean dan Ibu Zakiah Isnani. Meskipun sang ayah telah tiada, Jabbar mampu membuktikan dirinya dengan segudang prestasui yang milikinya.

Berlatarbelakang keluarga sederhana, Jabbar meyakinkan tekadnya untuk menuntut ilmu dengan menjulang prestasi guna menaikkan derajat keluarga. Semua itu ia mulai dari kegigihannya belajar. Tak urung, di awal perjuangannya sebagai mahasiswa perantauan tentu saja seorang Jabbar pernah merasakan masa minim kepercayaan diri. Sebab yang ia tahu sebelum benar-benar mengerti dunia perkuliahan, bahwa jurusan yang ia tekuni didominasi oleh kalangan orang-orang dengan finansial yang lebih dari cukup. Pada titik itu pula, seorang Jabbar menyadari satu hal yang salah dengan dirinya. Rasa minder harusnya tidak perlu dipelihara dalam urusan pendidikan. Tanpa menunggu waktu lama, Jabbar memotivasi dirinya sendiri untuk berkembang dengan aktif berorganisasi. Hingga kini, rasa tidak percaya diri justru tergantikan dengan segudang prestasi yang telah ia raih.

Dimulai dari keberaniannya mengikuti seleksi Mawapres pada tahun 2016. Ia terus memupuk rasa optimis dalam dirinya dengan terus mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Hingga mengantarkannya menjadi Top 10 Mawapres nasional dan Jabbar juga akan melanjutkan studi S2-nya dengan beasiswa, di University of Manchester jurusan Advance Computer Science berkat prestasinya tersebut.

Tidak hanya sekadar aktif berorganisasi, Jabbar pun menjadi candu mengikuti kompetesi-kompetisi yang ada. Telah tercatat, ada sekitar 250 kompetisi yang pernah ia ikuti. Tentunya, tidak semua kompetisi yang ia ikuti menjadikannya sebagai pemenang.

“Setiap orang punya jatah gagal masing-masing. Bahkan seorang Nabi dan Rasul juga punya jatah gagalnya. Apalagi kita manusia biasa. Tapi kita bisa memilih, mau kapan menghabiskan jatah gagal ini. Apakah ketika masih muda atau ketika sudah tua. Dan saya memilih menghabiskannya di usia muda, agar ketika tua nanti saya tinggal menikmati jatah keberhasilan saja.,”ungkap Jabbar Ali Panggabean.

Sebagai bentuk aksi nyata, Jabbar beradaptasi dan terus berkarya. Hal pertama yang ia lakukan adalah meluncurkan sebuah website seputar informasi terkini mengenai perlombaan dan berkaitan dengan kemahasiswaan. Ya, lombalomba.com adalah website informasi yang dikelola oleh Jabbar.

Di zaman era digital seperti ini, beragam informasi yang diterima oleh masyarakat. Sehingga kehadiran website lombalomba.com diharapkan dapat berguna sebagai jembatan fasilitas masyarakat umum untuk mengetahui informasi seputar lomba-lomba yang ada di Indonesia. Hal ini juga menambah keingintahuan anak-anak bangsa dan meminimalisir ketinggalan informasi bagi mereka. Jadi, pengunjung website ini dapat memilih lomba-lomba apa saja yang ia akan ikuti sesuai dengan minat dan kemampuannya.

Sejak kecil, Jabbar sudah menunjukkan prestasinya di bidang akademik. Terbukti saat duduk di bangku sekolah, ia sering mendapatkan peringkat kelas di sekolah. Maka, tak heran jika semangat belajarnya pun kian menggunung hingga saat ini. Beberapa pencapaian yang diraih oleh Jabbar, antara lain Best Participant Youthpreneur Training Camp 2015, The Best Mobile Apps Concept For IAC 2015, Finalis 5th Topcoder UI/UX Competititon DI GlastonBurry 2016, Best Prototype Karya Inovasi Nasional UCC UNEJ, Gelar Microsoft Technology Associate Microsoft Corporation di USA 2016.

“Semua mahasiswa, semua orang harus berani mencoba apa pun, mencoba hal-hal baru tanpa harus takut merasa gagal. Karena dari kegagalan kita akan mendapat sebuah pelajaran.,” Hal ini memotivasi Jabbar sehingga ia mampu dan mau mengikuti berbagai macam lomba sebagai cara untuk menguji dirinya sendiri akan keterbatasan yang dimilikinya.

Di luar kegiatan kampus dan organisasi, anak sulung dari 3 bersaudara ini memiliki hobi bermain catur. Baginya, permainan catur mengajarkan strategi dalam berkompetisi. Ia pun sering mengikutsertakan diri dalam lomba catur. Satu diantaranya adalah Chess Caur Competition. Tidak lepas dari kewajiban seorang pelajar, Jabbar juga senang sekali membaca. Kecintaannya dalam membaca pun kini ia alirkan menjadi semangat positif. Hal itu ia wujudkan dengan mendirikan sebuah rumah baca yang diberi nama “Rumah Buku Indonesia”.

Rasa candu pada buku, kembali memanjangkan karirnya sebagai penulis. Ya, Jabbar baru saja merilis dua buku hasil buah tangannya. Kaizen dan The Changemakers. The Changemakers adalah wujud dari kepedulian Jabbar akan orang-orang disekitarnya. Ia ingin memotivasi siapa pun yang membaca bukunya, agar dapat merubah dunia dari hal-hal yang sederhana. “Karena kita semua perlu bergerak untuk menjadikan generasi bangsa menjadi kuat dan berkarakter, agar semua orang bisa merasakan pendidikan. Dan agar semua orang dapat merasakan kehidupan secara layak”.Tutup Jabbar.

EDITOR : HENDRI SIADARI