Gunung Sinabung Meletus, Dua Desa Hujan Batu

[columns]
[column size=”1/2″][the_ad id=”9595″][/column]
[/columns]

Gunung Sinabung yang berada di Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo salah satu gunug api di Sumatera Utara,kembali erupsi hebat pada Senen (19/02) sekira pukul 08.53 WIB , tidak ada korban jiwa namun dua desa dekat kaki Sinabung mengalami hujan debu vulkanik dan bebatuan .

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo terus melakukan pemantauan di Pos Pemantau Gunung Api yang berada di Desa Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat Karo. ” Ada material batu di Desa Kutambaru dan Kuta Rakyat,”jelas Kepala BPBD Karo,Martin Sitepu.

Dijelaskannya bahwa daerah yang paling terdampak paling parah meliputi Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Simpang Empat,Tiga Nderket,Munte dan Kuta Buluh. Warga dihimbau menjauhi zona merah dan menggunakan masker saat melakukan aktivitas diluar rumah.

Menurut informasi yang diperoleh Inforajawali.com,beberapa desa yang berdekatan dengan kaki gunung Sinabung mengalami gelap gulita. Bahkan diseputaran Kecamatan Payung dan Tiga Nderket jarak pandang hanya kisaran 2 sampai 3 meter terutama di desa Sigarang-garang,desa Payung,desa Selandi Baru dan Laukawar.

Menurut seorang warga yang mengaku bermarga Ginting (45) warga Tiganderket menyebutkan bahwa sebelum terjadinya kepulan asap tebal dari erupsi terdengar suara gemuruh yang sangat kuat. Mendengar gemuruh yang begitu dahsyat membuat warga berhamburan keluar rumah. “Meletusnya gunung disertai gemuruh yang sangat kuat,”kata Ginting.

Dari Pos Permantau Gunung api diperoleh informasi bahwa awan panas Sinabung meluncur dengan ketinggian kolom mencapai 5000 meter dan amplitudo 120 millimeter. Luncuran awan mengarah ke Selatan sejauh 4,9 kilo meter dan kearah Tenggara- 3,5 kilometer.

Penulis :Johni Sembiring.