Plh Sekda Siantar Saksikan Gubsu Resmikan Taman Hijau dan Patung Nommensen

Plh Sekda Siantar Saksikan Gubsu Resmikan Taman Hijau dan Patung Nommensen di UHN

Pematangsiantar | Inforajawali.com

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meresmikan Taman Hijau dan Patung Dr IL Nommensen di komplek kampus Universitas HKBP Nommensen, Jalan Sangnaualuh Damanik Pematangsiantar, Jumat (4/12/2020) siang. Turut menyaksikan peresmian tersebut, Walikota Pematangsiantar Dr H Hefriansyah SE MM diwakili Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Pematangsiantar Kusdianto SH. Pembangunan Taman dan Patung Nommensen tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumut melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Gubsu Edy Rahmayadi dalam sambutanmya mengatakan, di Provinsi Sumut ada perbedaan suku, agama, dan ras. Namun semua bisa berkumpul dengan tidak memandang perbedaan itu semua.

“Mari kita jaga toleransi di Sumatera Utara yang sudah terjalin sangat baik,” imbaunya.

Sementara itu, Ketua Yayasan UHN Dr Ir Nurdin Tampubolon MM mengucapkan terima kasih kepada Gubsu yang telah berkunjung ke UHN Pematangsiantar.

“Terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara yang sudah memberikan bantuan Taman Hijau dan Patung Dr IL Nommensen Pematangsiantar ke Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar,” kata Nurdin.

Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumut, Binsar Situmorang menerangkan, Taman Hijau dan Patung Nommensen dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektare. Pengelolaan dan pemanfaatan taman akan diserah-terimakan kepada pihak UHN.

“Banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan untuk umum, mulai dari fasilitas olahraga yang fungsional, seperti lapangan futsal yang bisa juga dimanfaatkan untuk bermain basket, ada juga batu refleksi, gazebo, toilet umum, dan bangku taman. Ke depan kita juga akan melakukan penanaman tanaman buah-buahan,” terang Binsar.

Edy Rahmayadi juga sempat memberikan kuliah umum di UHN Pematangsiantar. Kegiatan yang diikuti mahasiswa dan staf pengajar UHN tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang ketat. Setiap peserta wajib mengenakan masker dan menjaga jarak.

Dalam kuliah umum yang digelar di aula UHN tersebut, Edy menyampaikan dalam membangun Sumut jangan pernah memandang suku dan agama.

“Jangan pernah persoalkan agama apa dia, suku apa dia. Jika dia mampu memberikan yang terbaik, maka beri dia kesempatan untuk membangun Sumut. Gubernur itu bukan pemimpin agama tapi pemimpin pilihan umat. Belajarlah kalian, tempah agama yang baik, tak hanya ilmu, akhlak pun harus kalian dapatkan,” ujarnya.

Edy mengingatkan, sudah sembilan Covid-19 menjadi pandemi di Sumut.

“Sudah saya kumpulkan para ahli dan tokoh agama yang ada di Sumut, akhirnya kita putuskan untuk mengambil langkah New Normal, dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan, namun tetap saja masih banyak yang melanggar. Untuk itu kita lakukan Yustisi. Setelah itu seminggu pakai masker, sehabis itu tak ingat lagi,” keluh Edy.

Edy pun mengatakan sampai saat ini obat Covid-19 belum ada, yang ada hanya protokol kesehatan. Sedangkan vaksin masih sedang dalam uji coba.

“Vaksin yang paling baik adalah tingkatkan iman kita, sehingga imun kita meningkat,” imbaunya.

Turut hadir, Ephorus HKBP Pdt Darwin Lumbantobing, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Sumut Hendra Dermawan Siregar, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Achmad Fadly, Rektor UHN Pematangsiantar Prof Dr Sanggam Siahaan MHum, mewakili Kapolres Pematangsiantar Kompol Dolok Panjaitan, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Pematangsiantar.

Penulis : Hendri Siadari