Ikatan Alumni USI Dukung PASTI, Asner: Saya Butuh Kaum Muda

Ikatan Alumni USI Dukung PASTI, Asner: Saya Butuh Kaum Muda

Pematangsiantar | inforajawali.com

Ikatan Alumni Universitas Simalungun (IKA USI) sepakat mendukung Pasangan Ir Asner Silalahi MT dan dr Susanti Dewayani (PASTI) untuk menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar di periode lima tahun ke depan. Sikap itu disampaikan sekaligus dideklarasikan setelah sempat berdebat secara alot di tubuh organisasi intelektual tersebut.

Di balik semangat itu, lewat diskusi yang dilakukan pada Sabtu (5/12/2020) di Jalan Sidamanik, Kecamatan Siantar Marihat, IKA USI tetap memberi masukan kepada PASTI agar Kota Pematangsiantar benar-benar semakin maju dan membuat masyarakatnya aman dan sejahtera.

Ketua IKA USI Robin Panggabean mengatakan, Asner dan Susanti didorong harus memperhatikan sejumlah masalah krusial, yakni memajukan sektor wisata di Siantar dan memanfaatkan potensi wisata di Kabupaten Simalungun untuk menambah pendapatan masyarakat maupun pendapatan Pemko Pematangsiantar secara tidak langsung.

Dalam diskusi itu, Asner Silalahi pun diminta menata ikon Kota Pematangsiantar yakni Pasar Horas dan Pasar Dwikora. Dua pasar harus mampu mengubah kelas dari tradisional menjadi modern sehingga tidak ditinggalkan para peminatnya di tengah pertumbuhan pasar bebas dan pasar digital.

Pengurus IKA USI tak luput menyampaikan kepada Asner Silalahi untuk menambah ruang terbuka hijau, baik dalam segi penanganan paru-paru kota atau ruang yang ramah bagi masyarakat untuk dapat berinteraktif secara baik lewat ragam kegiatan.

Sebagai bentuk dari semangat bersama memajukan Kota Pematangsiantar, IKA USI meminta Asner Silalahi dan dr Susanti melibatkan mereka atau para intelektual muda lainnya menyusun sejumlah program pembangunan, baik dari Perda sehingga penggunaan APBD tepat sasaran dan benar-benar dinikmati publik atau warga.

Sementara Asner Silalahi dengan bangga menerima masukan IKA USI tersebut. Pria yang pernah menjabat puluhan tahun di Kementerian PUPR ini mengakui bahwa membangun Siantar tentu harus dimulai dari komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat, baik secara pribadi maupun lembaga organisasi yang ada.

“Kelak saya memimpin, tentu sangat membutuhkan masukan dari IKA USI, dari tokoh masyarakat, pemuka agama dan kaum intelektual lainnya serta para alumni universitas dari Siantar. Jelas saya butuk kaum muda,” kata Asner Silalahi dengan berjanji bahwa dirinya akan mencurahkan segala kemampuan dan koneksinya dengan pejabat di pusat dalam membenahi pembangunan, baik pasar, wisata, penataan lingkungan dan lainnya.

Asner mengakui, kedepan akan semakin banyak perubahan akibat lahirnya pengetahuan baru. Seiring itu, percepatan pembangunan tidak bisa lepas dari kemajuan teknologi atau pengentahuan terkini. “Salah satu contoh dalam pengelolaan sampah. Kita sekarang sudah bisa mendaur sampah menjadi bahan bakar dan bahan untuk aspal jalan. Tentu hal lain pun bisa kita olah dengan baik apalagi ada anak-anak muda yang smart dan energik,” jelasnya.

Penulis : Hendri Siadari