Papan Bunga Komunitas Pencinta Hewan di Polsek Medan Area

Ada pemandangan berbeda di pinggir jalan depan Kantor Polisi Sektor (Polsek) Medan Area, Jalan Semeru Nomor 14, Pusat Pasar, Kota Medan, Rabu pagi (01/09/2021). Deretan papan bunga ucapan terimakasih kepada Polsek Medan Area dari berbagai komunitas pencinta hewan berjejer di pinggir jalan.

Salah satu karangan bunga datang dari ANIMAL DEFENDERS INDONESIA, misalnya, menuliskan “Terimakasih Polsek Medan Area Atas Penegakan Hukum Penganiayaan Hewan”.

Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chaniago, SH MH, mengatakan, dirinya juga mendapatkan hal yang senada juga datang dari Tim Advokasi Pejuang Hak Hidup Hewan (PH3) dan Animal Defenders Indonesia , Pada Rabu 1 September 2021 Pukul 07.00 Wib melaui hp selularnya.

“Pak Faidir, Mas Rianto, dan Bang Bilmar, terima kasih banyak atas bantuan, kerja sama, dan dukungannya untuk penegakan hukum atas perlindungan hak dan kesejahteraan hewan. Terima kasih Polsek Medan Area,” demikian isi pesan whatsapp ditunjukan Faidir Chaniago kepada wartawan, Rabu (01/09/2021).

Ucapan terimakasih itu disampaikan satu hari setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (31/08/2021), menjatuhkan vonis 2 tahun 6 bulan penjara dipotong masa tahanan kepada Rafeles Simanjuntak alias Neno, terdakwa kasus pencurian dan penjagalan seekor kucing bernama Tayo.

Tayo adalah seekor kucing persia jenis big bone warna hitam putih seharga Rp 12 juta, peliharaan Sonia Rizkika.

Kisah kucing malang itu berawal dari Tayo menghilang selama 2 hari pada Januari 2021 lau, setelah lelah mencari dan bertanya kepada tetangganya, Sonia mendapat informasi ada yang melihat Tayo dimasukkan dalam karung oleh seseorang pria. Pria tersebut dikabarkan suka mengkomsumsi kucing dan anjing sembari meminum tuak.

Mendapat informasi itu, Sonia ditemani saudaranya pun bergerak mencari rumah pria tersebut. Sayangnya, begitu menemukan rumah pria tersebut di Jalan Tangguk Bongkar VII, Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, pria tersebut yang ternyata adalah Rafeles Simanjuntak tidak berada di rumah.

Begitu Sonia mau beranjak pulang, langkah kakinya terhenti begitu melihat karung goni basah dengan bercak merah yang diduga darah di teras rumah. Penasaran, Sonia membuka karung tersebut dan dirinya kaget bukan main karena melihat ada sejumlah kepala kucing, salah satu diantaranya kepala Tayo, kucing kesayangannya itu. Soniapun langsung menangis sejadi-jadinya.

Tidak berapa lama kemudian Rafeles Simanjuntak pun pulang dan bertemu Sonia. Percekcokanpun terjadi antara Sonia dengan Rafeles Simanjuntak. Peristiwa itupun sempat viral di media sosial.

Dilaporkan ke Polisi

Tidak terima Tayo dibunuh dan dijagal, Sonia kemudian melaporkan Rafeles Simanjuntak ke Polsek Medan Area, Dalam laporan Nomor STTLP/71/K/I/2021/SPKT/Sektor Medan Area tanggal 28 Januari 2021, Sonia menyebutkan kehilangan satu ekor kucingnya yang merupakan kucing Persia Big Bone warna hitam putih dengan kerugian sebesar Rp 12 juta.

Laporan Sonia ditindak lanjuti oleh Polsek Medan Area, Menurut Francine Widjojo sebagai pengacara Sonia Rizkika, Rafeles Simanjuntak ditetapkan sebagai tersangka 3 April 2021 dan ditahan pada 9 April 2021.

Rafeles Simanjuntak dijerat dua pasal yaitu, pertama Pasal 362 KUHP tentang pencurian dan Pasal 406 ayat (2) junto Pasal 302 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan hewan. 

Setelah perkara ini dilimpahkan ke PN Medan, Majelis Hakim akhirnya menghukum Rafeles Simanjuntak dipenjara selama 2 tahun dan 6 bulan penjara dipotong masa tahanan. (fwp/erwin surbakti)
editor: choki