Melihat Perjuangan KTBM di Lahan Eks HGU PTPN II Desa Marindal I

Deliserdang-Kelompok Tani Berjuang Murni (KTBM) yang menduduki lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II di Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, terus berjuang untuk masyarakat kecil yang tidak memiliki pertapakan untuk rumah tinggal.

Namun, perjuangan yang dilakukan oleh KTBM bukanlah berjalan mulus begitu saja. Tidak sedikit, ancaman teror dan penggusuran yang dihadapi.

Ketua KTBM Tao Mindoana Br Simamora, mengatakan, dirinya bersama teman-teman seperjuangannya di KTBM sudah 21 tahun berjuang di lahan eks HGU PTPN II Marindal I di atas areal seluas lebih kurang 87 hektar.

“Walau pun begitu lama KTBM di tindas, diancam dan menghadapi segala macam kekerasan dan teror dari pihak kelompok mafia tanah yang ingin merebut dan menguasai tanah masyarakat, namun kami tidak pernah gentar dan takut untuk menghadapi itu semua demi setapak tanah buat para petani,” ujarnya, Kamis (23/9/2021) di Medan.

Tao Mindoana Br Simamora mengklain, perjuangan dilakukannya hanya untuk membantu masyatakat yang tidak memiliki rumah.

Perjuangannyapun mulai membuahkan hasil. Bukti itu terlihat dari sebanyak 800 unit rumah telah berdiri di lahan eks HGU PTPN II Marindal I.

Toh itu belum membuat KTBM tenang. Pasalnya, KTBM masih sering berhadapan dengan oknum pejabat, pengembang, dan premanisme yang juga ingin menguasai lahan perjuangan KTBM.

“Tuhan masih berpihak kepada KTBM guna untuk melindungi hak-hak para petani untuk mendapatkan tempat tinggal dan lahan pertanian,” ungkapnya.

Anehnya, kata Mindoana Simamora, masih banyak tanah eks PTPN II Marindal I yang cukup luas bisa dikuasai oknum tertentu atas nama pribadi.

Oknum-oknum itu ada yang menguasai lahan 2 hektar hingga 5 hektar yang terletak di dalam peta dan areal perjuangan KTBM.

Bahkan lanjutnya, perjuangan yang tidak pernah dilipakannya, sekitar dua tahun lalu (2019) berjuang melawan Gubernur Sumatra Utara yang hendak mengambil alih lahan 200 hektar untuk dijadikan Taman Botanicall Garden.

“Atas perjuangan KTBM, Gubernur akhirnya mundur dan tidak sanggup menggusur KTBM,” tuturnya.

Dia berharap, dalam penyelesaian keberadaan lahan eks HGU PTPN II Marinda I, pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Simatera Utara lebih mengutamakan nasib masyarakat kecil yang ingin memiliki rumah.

“Hanya ukuran 10 x 20 meter. Bahkan ada yang hanya 5 meter saja. Dengan kondisi seperti ini yang dapat dilakukan oleh KTBM adalah merangkul rakyat yang tidak punya tanah. Yang Seharusnya itu adalah tugas Pemeritah sesuai dengan amanat Undang-undang,” paparnya.

Dia berkenyakinan Tuhan akan memenangkan perjuangan orang yang lurus di jalan Tuhan. (ck)